Senin, 16 Desember 2019 20:07

​Undang Gus Baha, Haul ke-10 Gus Dur di Tebuireng Gelar Seminar “Silang Pendapat Makna Radikalisme”

Minggu, 01 Desember 2019 12:29 WIB
Editor: MMA
​Undang Gus Baha, Haul ke-10 Gus Dur di Tebuireng Gelar Seminar “Silang Pendapat Makna Radikalisme”
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). foto: dok setneg/wikipidea

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur akan memperingati haul ke-10 Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ketua Umum PBNU tiga periode itu wafat pada Rabu 30 Desember 2019. Banyak acara yang akan digelar pada haul kali ini. Diantaranya Seminar Nasional bertema “Silang Pendapat Makna Radikalisme” yang akan menghadirkan Kepala Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius, M.H. sebagai keynote speaker. Sementara Dr (HC) Ir. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) bakal memberi sambutan sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng.

Sedang narasumber: KH Afifuddin Muhajir (Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo), Dr H Salim Segaf Al-Jufri Lc, MA (Ketua Majelis Dewan Syuro), Prof H Masdar Hilmy, MA, PhD (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), Prof H Syafiq Mughni, MA, PhD (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Dr Fathur Rohman (Dosen Unviersitas Hasyim Asy’ari).

Seminar itu akan digelar mulai pukul 08.00 - 13.00 WIB pada 21 Desember 2019 di Gedung KHM Yusuf Hasyim lantai III Pesantren Tebuireng.

Sebelumnya, pada 19 Desember 2019, digelar kesenian Islam Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI), pada 20 Desember 2019 digelar Khotmil Quran oleh para santri putra dan masyarakat sekitar. Pada 21 Desember 2019 juga digelar acara Seribu Rebana.

Pada malam puncak acara haul akan diisi pengajian oleh KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dan testimoni para tokoh nasional yaitu dr. Marsilam Simanjuntak, S.H, Sekretaris Kabinet Indonesia pada era Presiden Gus Dur, Ir Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Ekplorasi Kelautan Indonesia pada era Presiden Gus Dur dan Prof. Dr. KH. Nasihin Hasan, sahabat Gus Dur.

Gus Dur lahir pada 7 September 1940. Ia wafat pada usia 69 tahun dan dimakamkan di Maqbarah Masyayikh di Pesantren Tebuireng. Ia dimakamkan dekat makam ayahnya, KH Abdul Wahid Hasyim (pahlawan nasional) dan kakeknya, Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan Pesantren Tebuireng yang juga pahlawan nasional.

Gus Dur dikenal sebagai tokoh humanis dan diyakini sebagai waliyullah. Tak heran jika kini pusaranya dibanjiri peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri. Tiap hari ribuan peziarah datang ke makam Gus Dur dan mendoakan tokoh Islam inklusif bernama asli Abdurrahman Ad-Dakhil itu.

Yang menarik, para peziarah selalu menyisihkan sedekah ke kotak amal Gus Dur yang dikelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Tiap bulan terkumpul sekitar Rp 300 juta. Namun Gus Sholah sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng bersama para dzurriyah Bani Hasyim memisahkan secara ketat dan tegas dana sumbangan dari peziarah itu dengan keuangan Pesantren Tebuireng. Dana-dana sumbangan para peziarah itu disalurkan secara khusus kepada para duafa’, fakir miskin, anak yatim, siswa tak mampu di luar Pesantren Tebuireng. (MA)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 14 Desember 2019 23:59 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Crystal Universe, akan menjadi andalan di Milenial Glow Garden (MGG), salah satu wahana baru Jatim Park 3 yang di-launcing pada Sabtu (14/12). Betapa tidak, di ruangan ini pengunjung akan dipikat dengan keindahan 5.433 l...
Sabtu, 14 Desember 2019 13:01 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Mengerikan! Itulah gambaran sikap saling serang atau saling bully antar penganut agama di media sosial (medsos). Tanpa risih dan tedeng aling-aling mereka saling serang dengan memakai kata-kata kasar, sadis, dan kejam. Mere...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...