Selasa, 11 Agustus 2020 17:38

Cabup Djoko Susanto Dukung Pengembangan Sarana Olah Raga Otomotif: Jember Perlu Sirkuit Balap

Minggu, 24 November 2019 23:41 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Cabup Djoko Susanto Dukung Pengembangan Sarana Olah Raga Otomotif: Jember Perlu Sirkuit Balap
Djoko Susanto saat menghadiri Drag Bike 2019 Piala Kapolres yang digelar di Jember, Minggu (24/11/2019).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Perkembangan olah raga otomotif di Kabupaten Jember sudah cukup baik dan semakin berkembang. Buktinya banyak pembalap berbakat asal Jember, seperti halnya Iva Amelia dan pembalap lainnya yang telah mengharumkan nama Kota Tembakau ini dari dunia balapan. Sehingga kini, dinilai perlu untuk memiliki sarana sirkuit balap agar para calon-calon pembalap yang ada bisa lebih mengembangkan potensinya.

Hal ini disampaikan bakal calon Bupati Jember, Djoko Susanto saat menghadiri Drag Bike 2019 Piala Kapolres yang digelar di Jember, Minggu (24/11/2019). Menurutnya, potensi olah raga otomotif di Jember sangat besar. Hal ini bisa dilihat di mana setiap event balap motor yang digelar di Jember selalu ramai penonton.

"Otomotif itu devisanya besar. Bayangkan, di Spanyol itu ada puluhan sirkuit. Kejuaraan motor internasional saja ada 4 kali dalam setahun, mengalahkan olahraga lainnya," kata Djoko saat dikonfirmasi wartawan di sela kegiatannya menonton balap motor tersebut.

"Yang hobi dan berbakat otomotif di Jember saya yakin pasti banyak, bahkan salah satunya, saya pernah tahu ada namanya Iva Amelia, pembalap wanita muda berbakat. Tapi kita belum punya fasilitas (sirkuit balap) untuk itu. Kan sangat disayangkan," ungkapnya.

Karena itu, ia menilai Jember membutuhkan ruang atau wadah strategis untuk menyalurkan bakat istimewa itu. "Bisa kita integrasikan dengan sirkuit di Jember Sport Garden (JSG) itu, tidak sulit kok. Tujuannya agar kemampuan dasar yang dimiliki itu bisa diasah hingga membentuk karakter pembalap yang santun dan profesional. Kalau perlu untuk yang motorcross, di wilayah perkebunan yang kita punya juga bisa," jelasnya.

"Selanjutnya setelah itu, digabungkan dengan pelatihan wirausaha otomotif. Banyak pihak pasti akan support, ada IMI, pihak pabrikan, dan masih banyak lagi," ungkapnya.

"Jember sudah diakui dunia dengan JFC nya. Untuk otomotif ini kita tidak perlu muluk-muluk, tapi kita harus punya kemauan dan kesungguhan, untuk membuat Jember sebagai Barometer olah raga otomotif Jawa Timur," tandasnya.

Pernyataan Djoko ini diamini Zidni, salah satu pembalap peserta Drag Bike Piala Kapolres 2019. Menurutnya, Jember memang membutuhkan sarana lintasan balap yang aman untuk memfasilitasi latihan balap motor, khususnya Drag Bike.

"Saya akui banyak teman-teman yang terpaksa balapan liar di jalan, karena sarananya untuk latihan ini tidak ada," kata Zidni.

Menurutnya, tanpa perlu saling menyalahkan berbagai pihak, harusnya pemerintah daerah menjawab harapan para pecinta olahraga otomotif ini. "Seingat saya dulu di JSG beberapa kali ada latihan road race, tapi belakangan tidak tampak. Yang ada malah balapan liar, kucing-kucingan dengan polisi karena melanggar fungsi jalanan. Kami harap ada perhatian dari pemerintah daerah, apalagu tahun depan pilkada, moga bupatinya baru dan lebih perhatian," pungkasnya. (jbr1/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...