NU Dukung Nasakom, Tapi Menolak PKI, Ini Penjelasan Gamblang Kiai As’ad Ali

NU Dukung Nasakom, Tapi Menolak PKI, Ini Penjelasan Gamblang Kiai As’ad Ali KH As'ad Said Ali saat menyampaikan presentasi ke-NU-an dalam acara Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) di Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Senin (18/11/2019). foto: BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sejarah politik NU yang pernah mendukung Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) pada era sering disalahpahami sehingga menimbulkan stigma politik kurang baik terhadap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Padahal, merut KH As’ad Said Ali, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN), NU mendukung Nasakom sebagai platform politik, bukan ideologi.

bangsaonline.com/images/uploads/berita/824a36b597ff8a8a6fa98c665102b5e6.jpg">

“NU konsisten menolak PKI,” kata kata Kiai As’ad Ali dalam acara Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) di Institut KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Senin (18/11/2019). Acara PKPNU itu diikuti ratusan mahasiswa S1 dan S2 Institut KH Abdul Chalim yang mendapat beasiswa yang sudah lulus tapi belum diwisuda.

Namun fakta sejarah itu tidak dipahami secara baik oleh publik karena ada agitasi politik dari lawan politik NU. “Itu namanya propaganda politik,” kata Kiai As’ad.

Usai menyampaikan presentasi, BANGSAONLINE.com, mewawancarai Kiai As'ad Said Ali lebih detail. Mantan Wakil Ketua Umum PBNU itu secara gamblang menjelaskan tentang backround sejarah politik saat itu. Merut dia, saat itu di Irian Jaya sedang terjadi peperangan antara Indonesia dengan Belanda. Nah, Belanda didukung Amerika Serikat (AS). Maka Indonesia bekerja sama dengan Uni Sovyet, meski komunis, karena saat itu Uni Sovyet musuh utama AS. Dari Uni Sovyet inilah Indonesia mendapat bantuan senjata. “Tapi politik luar negeri kita kan bebas aktif,” kata Kiai As’ad.

Merut dia, bukan hanya NU yang terpaksa mendukung Nasakom. “Tentara Indonesia pun juga mendukung Nasakom. Yang tanda tangan bantuan senjata dari Uni Sovyet kan (Jenderal) Nasution,” kata Kiai As’ad.

bangsaonline.com/images/uploads/berita/d1e4a9c5e49e06cb7db2e102442b2075.jpg">

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Setahun Tak Ada Kabar, Korban Longsor di Desa Ngetos Nganjuk Tagih Janji Relokasi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO