Minggu, 23 Februari 2020 07:32

​Solar di Tuban Langka, Begini Penjelasan Pertamina

Jumat, 15 November 2019 21:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Suwandi
​Solar di Tuban Langka, Begini Penjelasan Pertamina
Solar langka membuat puluhan kendaraan mengantre di salah satu SPBU mengular hingga ke jalan raya.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Langkanya BBM jenis solar membuat sopir bingung. Sebab, mereka harus rela mengantre berlama-lama apabila ingin mesin dieselnya tetap menyala.

Antrean terhadap pengisian BBM jenis solar terjadi di sejumlah SPBU, Seperti di SPBU Podang, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

"Iya harus antre berjam-jam mas, kalau gak antre gak bisa jalan," ujar Salam warga Parengan yang saat itu tengah mengantre, Jumat (15/11).

Kata dia, sudah dua hari ini solar di SPBU banyak yang kosong. Informasi dari petugas karena adanya pengurangan jatah pengiriman. Sehingga, BBM sering telat dan ketika sudah datang, beberapa jam kemudian langsung habis.

"Kalau gak ngantre sejak pagi gak akan dapat solar mas," ujarnya.

Selain di Singgahan, puluhan sopir truk juga terlantar di SPBU Desa Compreng, Kecamatan Widang. Puluhan kendaraan besar terlihat berjajar rapi di parkiran SPBU, hingga pinggir jalan Pantura, sejak Rabu (13/11) sore.

Hingga kini, mereka belum bisa mengisi solar karena SPBU tersebut kehabisan stock. Para sopir truk berharap pengiriman solar segera normal kembali agar bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.

"Langkahnya solar dirasakan sejak di perbatasan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banyak truk yang memenuhi parkiran pom bensin (SPBU). Saya pun melanjutkan perjalanan. Namun ternyata, sepanjang jalan yang ditempuh, hingga masuk Kabupaten Tuban, solar tetap kosong," ujar Wahyudi, sopir truk asal Pati, Jawa Tengah.

Ratno, sopir truk lainnya mengaku telah berusaha mengisi kendaraannya, mulai Jombang, Lamongan hingga Tuban. Namun, hasilnya solar tetap kosong. Ia pun terpaksa menghentikan truknya untuk mengantre di SPBU Tuban.

"Tetapnya di Tuban hasilnya nihil," paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menerangkan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dilakukan berdasarkan kuota atau alokasi di setiap wilayah.

Menurutnya, Pertamina tidak melakukan pengurangan volume BBM. Namun, berdasarkan regulasi saat ini, premium dan solar merupakan produk penugasan. Sehingga, penyalurannya harus sesuai alokasinya yang ditetapkan pemerintah.

"Tingginya konsumsi BBM di Jawa Timur, membuat penyaluran BBM sudah melebihi kuota total tahun 2019. Namun, Pertamina tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tetap mengacu pada ketentuan pemerintah," bebernya.

Ia menengarai, langkanya solar saat ini sebagai akibat tingginya permintaan. Terutama dari konsumen industri jelang akhir tahun di mana akan ada kegiatan besar seperti Natal dan Tahun Baru.

Namun demikian, Pertamina berharap penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.

"Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, BBM tertentu termasuk solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil," tutur Rustam. (wan/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...