"Pemerintah tinggal memilih rakyat dan ekologi atau modal,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Tim persiapan Gema PS Indonesia wilayah Jawa Timur, Miftachul Rochim menyatakan, Gema PS Indonesia Jawa Timur siap menghadapi verifikasi teknis subjek dan objek esok hari.
"Kami telah menunggu, dan ini adalah kesempatan yang kami dan para petani hutan tunggu,” tegas Miftachul Rochim.
Selain itu, tambah Mifta, semestinya kerja KLHK harus lebih progresif dan cepat dalam merespons usulan.
“KLHK juga harus mempertimbangkan pilihan keberpihakan memberikan ijin kepada rakyat kecil atau memilih berpihak kepada modal besar dengan perijinan tebu melalui Permen No 81 tahun 2016,” pungkasnya. (qom/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




