Sabtu, 16 November 2019 03:49

Dinilai Kurang Pas Gelar Pentas Seni Saat Krisis Air Bersih, Begini kata Bawaslu Bangkalan

Kamis, 07 November 2019 11:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Dinilai Kurang Pas Gelar Pentas Seni Saat Krisis Air Bersih, Begini kata Bawaslu Bangkalan
Ketua Bawaslu Ahmad Mustain menampilkan Seni Sandur setelah memberikan sambutan dengan bahasa Madura.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pergelaran pentas seni Sandur Budaya Lokal Bangkalan Madura yang dilaksanakan oleh Bawaslu, mulai pukul 21.00 WIB di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (06/11) banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat Bangkalan.

Mereka merespons kurang baik atas pelaksanaan pentas Sandur. Sejumlah masyarakat tidak mempermasalahkan Seni Sandurnya, tapi karena pelaksanaannya memakai uang negara, yakni APBN. Padahal, masih banyak kebutuhan masyarakat yang urgent sekali, seperti kekurangan air bersih yang melanda Kota Salak ini.

Menurut salah satu penonton pentas Sandur, seharusnya Bawaslu lebih perhatian kepada anak yatim, panti asuhan, atau kegiatan lain yang lebih menyentuh ke masyarakat langsung. "Apalagi masyarakat Bangkalan di pelosok kekurangan air, krisis air bersih," kata Agus asal Mlajah.

Sementara Ketua Bawaslu Bangkalan Ahmad Mustain menjelaskan, pelaksanaan pentas Sandur sebagai rasa syukur Bawaslu terhadap pelaksanaan Pilkada, Pileg, dan Pilres dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.

"Selain itu sebagai sarana rekonsiliasi antara yang menang dan kalah. Selain melestarikan budaya seni Sandur lokal Bangkalan Madura, agar seni Sandur tidak punah," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa seni sandur itu bukan hura-hura. Seni Sandur bisa menyatukan masyarakat, jika mau belajar bagaimana tata krama, andab asor (kesopanan), dan mempersatukan orang, rampak naung. 

"Hanya Sandur jalan satu-satunya, tidak benar kalau sandur hura-hura, perlu dikoreksi. Jadi kalau urusan bantuan air bersih adalah bagian dari rasa sosial kita pribadi," ucapnya kepada BANGSAONLINE.com.

Ahmad menambahkan, Sandur sendiri memiliki filosofi yang dalam selain melestarikan budaya lokal asli Madura. "Siapa lagi kalau bukan anak muda yang melestarikannya. Dan saya mantan Duta Wisata tahun 2005, paham betul seni tradisional Sandur," tambahnya.

Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir mengimbau kepada masyarakat untuk berpikir positif terhadap gelaran Bawaslu tersebut. "Positive thinking saja terhadap Bawaslu. Bawaslu ingin mengekspresikan rasa tasyakurnya itu dengan cara menggali budaya-budaya lokal," kata KH. Makki Nasir.

Tapi menurut KH Makki, perlu juga Bawaslu introspeksi atas respons masyarakat terkait kegiatan tersebut. Jangan sampai mengekspresikan kegembiraan yang terkesan dengan hura-hura.

"Selain itu juga, Bawaslu harus merasa peduli dengan kekeringan dan kekurangan air bersih yang melanda Bangkalan sesuai dengan harapan masyarakat," tuturnya lewat telepon.

Hadir dalam pentas Seni Sandur, Bupati Bangkalan, Ketua DPRD, Safiuddin Asomor (DPR RI), Halim (DPRD Jatim), sebagian anggota DPRD Bangkalan, Ketua Bawaslu Jatim, Ketua KPU, dan Mantan Ketua KPU Fauzan Jakfar. (uzi/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...