Wardoyo, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Pemprov Jatim wilayah Pacitan. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Tingkat vegetasi hutan di Pacitan sejauh ini masih terbilang tinggi. Meski hanya tersebar di 10 kecamatan, namun luasan hutan negara di Kota 1001 Gua tersebut, diperkirakan masih bisa menjadi penyangga dan penangkal terjadinya banjir ataupun tanah longsor.
"Semua tak lepas dari kuasa Allah SWT. Luasan hutan negara ada di 10 Kecamatan. Meliputi Pacitan, Punung, Donorojo, Pringkuku, Nawangan, Bandar, Arjosari, Tegalombo, Sudimoro dan Ngadirojo. Hanya Kecamatan Tulakan dan Kebonagung yang memang tidak terdapat kawasan hutan negara. Akan tetapi kawasan hutan rakyat sangat luas di dua kecamatan tersebut," kata Kepala Cabang Dinas Kehutanan Pemprov Jatim wilayah Pacitan, Wardoyo, Senin (4/11).
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
Wardoyo menjelaskan, kesadaran petani hutan di Pacitan masih terbilang cukup tinggi. "Mereka sadar, menempatkan kepentingan ekonomi serta menjaga kepentingan ekologi hutan. Jadi saat menebang, tak semua dihabiskan. Mereka akan menyisakan beberapa tanaman dan menanamnya kembali," jelas dia.
Soal tingginya potensi bencana tanah longsor di Pacitan, Wardoyo menegaskan salah satu faktornya karakter solum tanah (kedalaman tanah). "Kita sadari kalau lapisan tanah di Pacitan sangat dalam. Sehingga akan mudah tergerus air, saat curah hujan tinggi. Meski tingkat vegetasi tinggi, namun apabila curah hujan sangat tinggi memang kekuatan akar tanaman akan lemah. Itu penyebabnya, tidak semata-mata karena hutan kita yang gundul. Hutan kita masih sangat rindang," tukas Wardoyo. (yun/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




