Selasa, 11 Agustus 2020 10:12

Strategi Surabaya Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Isu Lingkungan

Minggu, 03 November 2019 22:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Strategi Surabaya Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Isu Lingkungan
Pengunjung pun juga bisa belajar langsung dan mempraktikkan proses pembuatan batik.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Revolusi industri 4.0 dan isu lingkungan, menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Untuk menjawab hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dan strategi, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menyongsong era baru tersebut.

Salah satunya yakni, melalui kegiatan pameran pendidikan bertajuk “Widya Wahana Pendidikan 2019”. Namun uniknya, kegiatan yang diikuti 72 sekolah negeri dan swasta, serta lembaga pendidikan itu, tak hanya sekadar pameran biasa. Pasalnya, sekolah dan lembaga pendidikan yang mengikuti Widya Wahana Pendidikan, adalah lembaga pendidikan yang telah berprestasi selama tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan, dari pameran yang digelar selama tiga hari, yakni tanggal 1 - 3 November 2019, banyak inovasi-inovasi serta kreativitas anak-anak dan para guru di sekolah yang ditampilkan.

“Dari stan-stan bisa kita lihat semua, mereka anak-anak dengan kreativitas dan imajinasi tinggi, ada yang menampilkan karya robotiknya, kemudian aplikasi, kemudian film animasi itu juga banyak yang ditampilkan di sini,” kata Ikhsan saat acara penutupan kegiatan pameran pendidikan di Balai Pemuda Surabaya, Ahad (03/11/2019) sore.

Bahkan, kata Ikhsan, pengunjung atau pelajar yang datang, juga bisa mengembangkan inovasi-inovasi yang ditampilkan itu di masing-masing sekolah. Melalui stan-stan yang ditampilkan, mereka bisa saling sharing dan belajar untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas itu. "Sehingga diharapkan satu tahun ke depan akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi kreativitas yang dilakukan anak-anak dan para guru," tuturnya.

Produk atau kreativitas yang ditampilkan tersebut, salah satunya adalah batik. Pengunjung pun juga bisa belajar langsung dan mempraktikkan proses pembuatan batik yang memiliki beragam jenis itu. “Kita lihat batiknya mereka banyak jenisnya, sehingga banyak kemudian dari pelajar dan para guru yang belajar,” katanya.

Tak hanya belajar membatik, Dispendik Surabaya juga menyiapkan berbagai pelatihan lain dalam kegiatan itu. Di antaranya, make up artis, fotografi, vlog, dan sebagainya. Tak ayal, tiap hari, pengunjung pun terus berdatangan, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. “Mereka antusias sekali, mengikuti beragam pelatihan,” kata dia.

Di samping menyiapkan beragam pelatihan dalam strategi menyiapkan SDM menjawab tantangan industri 4.0, beberapa stan pameran juga menampilkan inovasi-inovasi produk daur ulang. Ikhsan menyebut, tantangan dalam konteks lingkungan, menjadi alasan program eco school terus digalakkan di sekolah-sekolah.

“Sebenarnya program peduli lingkungan sudah dicanangkan Ibu Wali Kota di kampung-kampung dan sudah berjalan. Sehingga kemudian upaya ini juga diterapkan di sekolah-sekolah, salah satunya melalui program Eco School,” ungkapnya.

Menariknya, selain mengedukasi anak-anak agar peduli lingkungan, produk daur ulang yang dihasilkan itu, menjadi salah satu cara mengajarkan para pelajar menjadi seorang ecopreneur. Alhasil, beberapa produk yang dihasilkan kemudian dijual. Selanjutnya, hasil dari daur ulang itu digunakan kembali untuk mengembangkan kreativitas lagi.

"Nah, hasil-hasil kreatifitas itu juga banyak dipamerkan di sini. Jadi mereka bisa saling belajar, punya ide-ide baru, dan juga teman baru," katanya.

Salah satu perwakilan sekolah yang mengikuti kegiatan pameran itu adalah SDN Pacarkeling V Kota Surabaya. Dalam pameran ini, sekolah tersebut mengusung tema daur ulang.

Susanti, guru kelas 6 sekaligus salah satu penjaga stand mengatakan, dalam pameran kali ini pihaknya menampilkan barang-barang yang dihasilkan dari proses daur ulang. Semuanya berasal dari barang tidak terpakai kemudian diolah agar lebih berguna. "Yang mendaur ulang adalah siswa," kata Susanti.

Ia mengungkapkan, produk daur ulang yang dihasilkan, salah satunya adalah tong sampah yang terbuat dari botol plastik. Ada pula topi dari koran bekas, hiasan lampu dari sendok plastik bekas, hingga hiasan bunga dari kelobot. "Tutup botol itu berasal dari bekas air mineral dan minyak goreng," jelasnya.

Sebatas diketahui, dari hasil penilaian stand terbaik pameran pendidikan 2019, pada kategori lembaga non formal, juara 1 diraih oleh TK Negeri Pembina, juara 2 TK Benih Kasih dan juara 3 TK Al Falah. Sedangkan pada kategori jenjang SD, juara 1 diraih SDN Kandangan 1, juara 2 SDN Pacar Keling 5, dan juara 3 SD Al Muttaqin. Sementara pada jenjang SMP, juara 1 diraih SMPN 1 Surabaya, juara 2 SMPN 9 Surabaya, dan juara 3 SMPN 26 Surabaya. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...