Rabu, 11 Desember 2019 10:22

PDIP Berharap Nomenklatur Kementerian Tidak Banyak Berubah

Jumat, 18 Oktober 2019 22:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
PDIP Berharap Nomenklatur Kementerian Tidak Banyak Berubah
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat tiba di kantor DPD PDIP Jatim dalam rangka melakukan konsolidasi di Jawa Timur. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma'ruf Amin pada 20 Oktober mendatang, isu mulai bergerak ke arah calon menteri kabinet periode 2019-2024. Tarik menarik kepentingan dan lobi politik pun dilancarkan oleh partai politik pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

PDI Perjuangan sebagai salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin menyerahkan penyusunan kabinet kepada presiden sebagai pemilik hak prerogratif. Namun, pihaknya berharap tidak banyak terjadi perubahan nomenklatur dan struktur kementerian. Hal itu terkait adanya rencana penggabungan kementerian, karena adanya kementerian yang ditiadakan maupun kementerian baru.

"Kalau melihat ancaman perekonomian, resesi global, dan ancaman dalam negeri yang membutuhkan konsolidasi nasional, kami berharap tidak banyak terjadi perubahan nomenklatur dan struktur kementerian," tutur Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di kantor DPD PDIP Jatim, Jumat (18/10).

Hasto melanjutkan, dengan terjadinya perubahan struktur dan nomenklatur kementerian, maka akan membutuhkan penyesuaian. Tentunya, penyesuaian itu akan menyita waktu, sehingga akan membuat ritme kerja kerja terganggu.

Padahal, di periode kedua pemerintahan Jokowi ini, banyak program kerja yang harus segera dieksekusi. Karena itu juga menyangkut janji politik saat kampanye yang harus direalisasikan.

"Kami berharap di periode kedua Pak Jokowi ini, pemerintah bisa bergerak cepat bekerja melaksanakan program prioritas untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat," ujar Hasto.

Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengungkapkan untuk menjadi menteri ada 5 kriteria yang diputuskan presiden. Pertama partai politik, kedua profesional-fungsional, ketiga kepala daerah, keempat aparatur sipil negara (ASN), dan kelima tokoh nasional atau tokoh masyarakat dengan basis massa kuat.

Hasto mengakui, untuk PDI Perjuangan, Presiden telah menyampaikan bahwa PDIP yang terbanyak mendapat jatah menteri. "Tetapi intinya menteri adalah pembantu Presiden yang harus satu kesepahaman dalam menjalankan visi-misi Presiden. Bisa saja kepala daerah di Jatim yang masuk kabinet. Banyak yang berkualitas, mulai Bupati Ngawi Budi Sulistyono, lalu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini," pungkas Hasto. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...