Jumat, 05 Juni 2020 15:43

Disebut BPOM Mengandung Senyawa Penyebab Kanker, Dinkes Pacitan: Tidak Semua Ranitidin

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Disebut BPOM Mengandung Senyawa Penyebab Kanker, Dinkes Pacitan: Tidak Semua Ranitidin
Kepala Dinkes Pacitan dr Eko Budiono menunjukkan daftar obat yang harus ditarik peredarannya.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Obat merek Ranitidin yang selama ini dikonsumsi masyarakat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti asam lambung tinggi dan maag, dinyatakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang menyebabkan kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Eko Budiono saat dikonfirmasi membenarkan bahwa BPOM menghentikan peredaran obat Ranitidin. Namun, ia mengaku hingga saat ini belum menerima perintah resmi tentang penarikan obat di pasaran.

"Dibenarkan memang Ranitidin memicu kanker hati, tapi tidak semua Ranitidin. Hanya jenis Ranitidin tertentu yang bisa memicu (kanker, Red). Kami belum ada surat edaran tentang penarikan. Itu wewenang BPOM, ya saat ini hanya komunikasi melalui WA (WhatsApp) grup. Ada komunikasi dengan para apoteker, mereka ada wadah yang namanya MESO (monitiring efek samping obat). MESO ini online, jika ada pasien yang terserang efek samping obat, apotek bisa langsung melapor online," kata Eko, Sabtu (12/10).

"Secara fisik, atau petunjuk pada kemasan Ranitidin, tidak dijelaskan adanya komposisi tertulis. Sehingga masyarakat awam tidak dapat mengetahui dan membedakan mana Ranitidin yang berpotensi memicu kanker dan mana yang tidak. Ya itu harus diuji laboratorium. Jadi kami sendiri tidak tahu. Anjurannya masyarakat jangan sembarang beli obat apalagi Ranitidin. Jika ada gangguan perut silakan periksa ke dokter. Dari sana akan dapat resep obat. Dan jika ada reaksi yang tidak sesuai dengan tubuh bisa dikontrol. Kami belum ada perintah penarikan," jelas Eko.

Pantauan awak media di lapangan, beberapa distributor obat Ranitidin sudah menarik produk tersebut dari banyak apotek. "Ranitidin sudah ditarik sama distributornya mas, ya kami masih ada, tapi instruksi dari distributor untuk disimpan dulu," jelas pegawai salah satu apotek di Pacitan. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...