Sabtu, 18 Januari 2020 18:37

Pemkab Kediri Raih WTP Tiga Tahun Berturut-turut

Selasa, 08 Oktober 2019 20:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Pemkab Kediri Raih WTP Tiga Tahun Berturut-turut
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno saat menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Menteri Keuangan RI. foto: Dinas Kominfo Kabupaten Kediri

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Kediri kembali meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018. Ini merupakan capaian ketiga secara berturut-turut yang diperoleh Pemkab Kediri.

Selain Pemerintah Kabupaten Kediri, penganugerahan tersebut juga diberikan kepada Pemprov Jawa Timur. Sebanyak 27 pemerintah kabupaten dan 8 pemerintah kota di Jawa Timur juga memperoleh penghargaan WTP dari Menteri Keuangan RI.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Akt. kepada Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dan juga pada 35 kepala daerah yang mendapatkan WTP di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (2/10).

Mewakili seluruh penerima anugerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

“Ini menjadikan Jawa Timur sebagai top refer dalam proses laporan keuangan daerah. Jadi WTP itu ada dua jenis, WTP dan WTP-DPP. WTT-DPP singkatan dari Wajar Tanpa Pengecualian – Dengan Paragraf Penjelasan. Ada yang sudah dapat WTP tujuh atau delapan kali berturut-turut, tapi itu WTP-DPP,” jelas Khofifah.

Sebanyak 35 kabupaten kota yang mendapatkan anugerah WTP, di antaranya Kabupatan Pacitan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, dan Kabupaten Ngawi. Di sisi lain, ada tiga kabupaten kota di Jawa Timur yang belum mendapatkan WTP untuk LKPD TA 2018, yaitu Kabupaten Jember, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Tulungagung.

“Ini terkait dengan laporan keuangan dan administrasi pencatatan anggaran. Jadi saya mohon kita bisa membangun komunikasi bersama, karena pendampingan menjadi penting,” lanjut Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Prof. Mardiasmo menyampaikan apresiasinya pada Jawa Timur, di mana kurang tiga daerah saja yang belum mendapat anugerah WTP.

“Dari 38 pemda, hanya kurang 3 (yang belum mendapatkan WTP). Kalau dilihat dari ukuran kesehatan keuangan, ini sudah bisa lari cepat,” katanya.

Untuk itu, diharapkan pemda bisa saling bersinergi dan berkolaborasi antara pemerintah daerah maupun dengan pemerintah pusat. Sehingga dibutuhkan adanya percepatan dan perkembangan yang diadaptasi agar bisa selalu beriringan.

"Tapi yang saya ingin ingatkan, WTP bukan tujuan utama. Tapi jadikan WTP ini sebagai sarana bagaimana agar laporan keuangan yang diberikan ke BPK bisa menggambarkan kondisi keuangan daerah yang transparan. Karena bagaimana pun kita menggunakan uang rakyat, maka harus dilaporkan,” ucapnya.

Selain itu, ia berpesan bahwa evaluasi BPK nantinya juga bisa dijadikan bahan analisa Pemda dalam pengambilan keputusan dan kebijakan anggaran. Hal ini yang kerap dilewatkan pemda, sehingga ia menyarankan agar evaluasi BPK begitu dikembalikan, langsung bisa dijadikan sebagai bahan analisa. (adv/kominfo/rif)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...