Kamis, 14 November 2019 11:15

​Bermain 10 Orang, Persik Kediri Takluk 1-2 di Kandang Persatu Tuban

Senin, 30 September 2019 21:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Bermain 10 Orang, Persik Kediri Takluk 1-2 di Kandang Persatu Tuban
Suasana pertandingan antara Persik Kediri yang dijamu tuan rumah Persatu Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Persatu Tuban kembali meraih kemenangan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia wilayah Timur. Kali ini, klub kebanggaan Ronggomania itu mengandaskan sang pemuncak klasemen sementara Persik Kediri dengan skor 2-1 di Stadion Bumi Wali Tuban, Senin (20/9).

Kemenangan Persatu ini tak lepas dari kekuatan Persik yang berkurang karena sejak menit ke-35 babak pertama, tim Macan Putih harus bermain dengan 10 pemain karena satu pemainnya diusir wasit. Pemain Persik yang dikartu merah wasit adalah Risna Prahalabenta Ranggalelana akibat pelanggaran dan protes keras.

Namun, meski unggul jumlah pemain, Persatu justru kebobolan terlebih dahulu melalui kaki Ady Eko Jayanto pada menit 67'. Namun, kehilangan satu pemain memang sangat dirasakan tim tamu. Kesempatan tersebut lah yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persatu untuk tampil menyerang.

Alhasil, tuan rumah mampu membalikkan keadaan dan melesakkan dua gol melalui kaki pemain nomor punggung 11 Fajar Ramadhan Ginting pada menit 77', dan tendangan penalti Mamadou Lamarana Diallo di menit 88'.

Menanggapi hasil itu, pelatih Persatu Bambang Sumantri bersyukur atas capaian positif yang diraih anak asuhannya. Menurutnya, para pemain di lapangan sudah bekerja keras dan berupaya memenangkan pertandingan.

"Syukur alhamdulillah hari ini bisa menang. Kita syukuri hasil kerja keras pemain untuk mengamankan tiga poin," ujarnya.

Meski berhasil mengamankan poin penuh, lagi-lagi Bambang menyebut timnya masih perlu banyak pembenahan. Mengingat, banyaknya peluang yang tercipta dan belum bisa dikonversi untuk menjadi gol. Di samping itu, lini pertahanan juga mendapat atensi untuk dilakukan pembenahan, karena sering lengah hingga tim tamu mampu mencuri gol terlebih dahulu.

"Finishing touch sangat kurang karena mereka ingin cepat-cepat mencetak gol. Kita kecolongan gol karena pemain bekakang lepas kontrol dan ada miss komunikasi antara pemain tengah dan belakang," tuturnya.

Sementara itu pelatih Persik Kediri, Budiarjo Thalib mengaku kecewa dengan beberapa keputusan wasit yang dinilai lebih memihak pada tim tuan rumah. Menurutnya, pertandingan yang sejatinya sangat menarik untuk ditonton harus dicederai oleh keputusan wasit yang kontroversial, utamanya kartu merah dan penalti yang sangat menguntungkan tuan rumah.

"Sebenarnya pertandingan berlangsung cukup seru dan berimbang. Namun, hal itu dicederai sikap wasit yang tidak beres," ujar Budiarjo selepas pertandingan.

Dengan hasil ini, Persatu membuka peluang untuk tetap bertahan di liga 2 Indonesia musim depan. Saat ini Persatu mengoleksi 17 poin dari 16 laga dengan 5 kali menang, 2 imbang, dan 9 kalah. (gun/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...