Kamis, 13 Agustus 2020 12:57

​Bermain 10 Orang, Persik Kediri Takluk 1-2 di Kandang Persatu Tuban

Senin, 30 September 2019 21:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Bermain 10 Orang, Persik Kediri Takluk 1-2 di Kandang Persatu Tuban
Suasana pertandingan antara Persik Kediri yang dijamu tuan rumah Persatu Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Persatu Tuban kembali meraih kemenangan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia wilayah Timur. Kali ini, klub kebanggaan Ronggomania itu mengandaskan sang pemuncak klasemen sementara Persik Kediri dengan skor 2-1 di Stadion Bumi Wali Tuban, Senin (20/9).

Kemenangan Persatu ini tak lepas dari kekuatan Persik yang berkurang karena sejak menit ke-35 babak pertama, tim Macan Putih harus bermain dengan 10 pemain karena satu pemainnya diusir wasit. Pemain Persik yang dikartu merah wasit adalah Risna Prahalabenta Ranggalelana akibat pelanggaran dan protes keras.

Namun, meski unggul jumlah pemain, Persatu justru kebobolan terlebih dahulu melalui kaki Ady Eko Jayanto pada menit 67'. Namun, kehilangan satu pemain memang sangat dirasakan tim tamu. Kesempatan tersebut lah yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persatu untuk tampil menyerang.

Alhasil, tuan rumah mampu membalikkan keadaan dan melesakkan dua gol melalui kaki pemain nomor punggung 11 Fajar Ramadhan Ginting pada menit 77', dan tendangan penalti Mamadou Lamarana Diallo di menit 88'.

Menanggapi hasil itu, pelatih Persatu Bambang Sumantri bersyukur atas capaian positif yang diraih anak asuhannya. Menurutnya, para pemain di lapangan sudah bekerja keras dan berupaya memenangkan pertandingan.

"Syukur alhamdulillah hari ini bisa menang. Kita syukuri hasil kerja keras pemain untuk mengamankan tiga poin," ujarnya.

Meski berhasil mengamankan poin penuh, lagi-lagi Bambang menyebut timnya masih perlu banyak pembenahan. Mengingat, banyaknya peluang yang tercipta dan belum bisa dikonversi untuk menjadi gol. Di samping itu, lini pertahanan juga mendapat atensi untuk dilakukan pembenahan, karena sering lengah hingga tim tamu mampu mencuri gol terlebih dahulu.

"Finishing touch sangat kurang karena mereka ingin cepat-cepat mencetak gol. Kita kecolongan gol karena pemain bekakang lepas kontrol dan ada miss komunikasi antara pemain tengah dan belakang," tuturnya.

Sementara itu pelatih Persik Kediri, Budiarjo Thalib mengaku kecewa dengan beberapa keputusan wasit yang dinilai lebih memihak pada tim tuan rumah. Menurutnya, pertandingan yang sejatinya sangat menarik untuk ditonton harus dicederai oleh keputusan wasit yang kontroversial, utamanya kartu merah dan penalti yang sangat menguntungkan tuan rumah.

"Sebenarnya pertandingan berlangsung cukup seru dan berimbang. Namun, hal itu dicederai sikap wasit yang tidak beres," ujar Budiarjo selepas pertandingan.

Dengan hasil ini, Persatu membuka peluang untuk tetap bertahan di liga 2 Indonesia musim depan. Saat ini Persatu mengoleksi 17 poin dari 16 laga dengan 5 kali menang, 2 imbang, dan 9 kalah. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...