Rabu, 05 Agustus 2020 06:00

Jurnalis Jember Turun ke Jalan: Jangan Ada Lagi Penganiayaan Wartawan

Jumat, 27 September 2019 12:53 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Indrawan
Jurnalis Jember Turun ke Jalan: Jangan Ada Lagi Penganiayaan Wartawan
Wartawan di Jember saat menggelar aksi damai mengecam tindakan represif polisi terhadap jurnalis.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Puluhan wartawan dari beberapa organisasi profesi yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Jember, turun ke jalan. Mereka melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dan mengkritisi aksi kekerasan yang dialami wartawan saat meliput aksi beberapa hari yang lalu dilakukan oleh mahasiswa di berbagai daerah.

"Aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah disambut aksi represif aparat kepolisian. Sikap represif polisi juga menyasar jurnalis yang sedang bekerja," ujar Korlap Aksi Mahfudz Sunardjie di Alun-alun Jember tepatnya depan Pendopo Bupati, Jumat pagi (27/9).

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat itu, kata Mahfudz, terjadi di tiga daerah Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Korban yang tercatat ada 10 jurnalis dari 10 media berbeda.

"Bahkan, jurnalis pendiri Watchdog Dandhy Dwi Laksono ditangkap dan disangka menyebarkan kebencian. Dhandy dijerat pasal karet UU ITE. Ananda Badudu, penggalang dana untuk membantu mahasiswa yang menggelar aksi di Jakarta juga ditangkap polisi. Tindakan ini sudah jelas melanggar hak berekpresi dan menyampaikan pendapat warga yang dijamin Undang-Undang," sambung Sekjen IJTI Tapal Kuda itu.

"Hentikan tindakan penganiayaan terhadap wartawan. Sudah banyak jatuh korban. Kami (wartawan) hanya bertugas meliput sesuai tupoksi kami," kata Sutrisno perwakilan dari PWI Jember.

Setelah menyampaikan pendapat dan orasinya di Alun-Alun Jember, kurang lebih selama 30 menit, puluhan wartawan melanjutkan aksi membacakan sumpah janji Jurnalis secara bersama-sama. Kemudian bergeser ke Mapolres Jember untuk menyampaikan orasi lanjutan. Dengan longmarch berjalan kaki, mereka mendapat pengawalan ketat dari polisi, sembari meneriakkan hindari aksi anarkisme terhadap jurnalis. (jbr1/yud/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...