Senin, 21 Oktober 2019 06:16

​Polda Jatim Akhirnya Tetapkan Veronica Koman sebagai DPO

Jumat, 20 September 2019 15:00 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Anatasia Novarina
​Polda Jatim Akhirnya Tetapkan Veronica Koman sebagai DPO
Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan didampingi wadirreskrimsus AKBP Arman Asmara, S.H., S.I.K., M.H dan Kabidpropam Kombes Pol Hendra Wirawan, S.I.K. di Mapolda Jatim, Jumat (20/9).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Veronica Koman akhirnya ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) sebagai tersangka penyebar berita bohong dan provokator terkait insiden Asrama Mahasiswa Papua

“Kemarin kita sudah melakukan upaya paksa dari pihak penyidik, yaitu melakukan pencarian ke rumah yang di Jakarta dan melakukan penggeledahan. Pada saat mencari, yang bersangkutan tidak ada dan kita melakukan penggeledahan. Dan dari situ akhirnya kami mengeluarkan DPO,” ujar Kapolda Jatim Ir Jen Pol Luki Hermawan  didampingi wadirreskrimsus AKBP Arman Asmara, S.H., S.I.K., M.H dan Kabidpropam Kombes Pol Hendra Wirawan, S.I.K. di Mapolda Jatim, Jumat (20/9).

Luki mengatakan, usai penetapan DPO tersebut pihaknya bakal mengirim red notice ke Prancis untuk melakukan pencekalan terhadap tersangka Veronica. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kini tersangka mulai membuka komunikasi dengan KBRI di Australia.

“Kami sudah mengeluarkan DPO. Nanti kami tunjukkan dan surat untuk permintaan red notice yang mana dari hasil gelar pihak Hub Inter melalui interpol sudah berkomunikasi dengan Kemenlu dengan KBRI. Dan saya mendapat kabar Veronica sudah ada komunikasi langsung pihak KBRI. Isi komunikasinya kami tidak tahu. Tapi sudah ada komunikasi dan saat ini kami sudah mengeluarkan DPO,” papar Kapolda.

Kapolda berharap, bila mendapati tersangka Veronica berada di Indonesia untuk masyarakat agar melaporkan keberaannya kepada polisi. “Selama belum ketemu, yang bersangkutan berada di Indonesia, siapapun anggota Polri atau masyarakat yang mengetahui bisa memberikan informasi kepada kepolisian terdekat. Kalau anggota Polri bisa melakukan upaya paksa,” terang dia.

Veronica dijerat dengan pasal berlapis diantaranya Undang-Undang ITE, Undang-Undang KUHP 160, Undan-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008. (ana/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...