Jumat, 18 Oktober 2019 16:52

Mengenang Cerita Kocak RKH Fuad Amin Imron: Masak Kiai Belajar Salat Khusu' kepada Ustadz

Rabu, 18 September 2019 21:06 WIB
Editor: Tim
Mengenang Cerita Kocak RKH Fuad Amin Imron: Masak Kiai Belajar Salat Khusu
RKH Fuad Amin. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Nico Ainul Yakin, mantan ketua PKC PMII Jawa Timur, pernah menjadi orang dekat RKH Fuad Amin. Ia sering dipanggil ke Pondopo Bangkalan Madura saat Ra Fuad - panggilan RKH Fuad Amin - jadi bupati. Bahkan Nico inilah yang pernah menulis buku tentang Syaikhona Kholil Bangkalan tapi diatasnamakan Fuad Amin. Nico yang kini jadi pengurus Nasdem Jawa Timur itu menulis kenangannya tentang Ra Fuad yang kocak. Inilah tulisannya:

(Nico Ainul Yakin. foto: istimewa)

Ada cerita lucu bagaimana Ra Fuad memposisikan kedudukan kiai dan ustadz.

Nah, awal menjabat sebagai bupati pada periode kedua, Ra Fuad diminta hadir di forum kiai-kiai di Masjid Agung Bangkalan.

Ra Fuad kaget karena yang diundang sebagai penceramah adalah Ustadz Abu Sangkan, yang kala itu sangat populer. Ustadz Abu Sangkan terkenal sebagai penemu teori shlat khusu'. Ia diundang untuk memberikan tausiyah di hadapan ratusan kiai se-Bangkalan.

"Bagaimana jika ada ustadz mengajari kiai tentang cara salat yg khusu'," tanya Ra Fuad kepada orang kepercayaannya.

"Kebalik Pak," jawab orang yang ditanya itu singkat.

Ra Fuad tertegun sejenak, seperti ada yang dipikirkan. Tak lama setelah itu, ia berkata:

"Baru kali ini saya mendengar kiai belajar salat khusu' kepada ustadz," gumam Ra Fuad.

Esok harinya, acara yang sudah siap digelar itu dibatalkan.

Ra Fuad memang sangat berkuasa di Bangkalan. Acara apapun – termasuk acara para kiai – dibubarkan jika ia tak berkenan.

KPK TERJUN KE DESA-DESA

Suatu ketika, Ra Fuad memanggil salah satu koleganya ke pendopo. Sebut saja namanya si Hitam Manis. Ra Fuad menyampaikan keinginannya untuk dapat proyek yang bersumber dari APBN.

"Jika sampeyan punya jalur proyek ke Jakarta untuk daerah, tolong diberikan ke Bangkalan. Nanti komisinya saya kasih," kata Ra Fuad meyakinkan si Hitam Manis

"Biasanya berapa komisinya Pak?," tanya Hitam Manis itu dengan polosnya.

"Sampeyan belum pernah main proyek ya?," tanya Ra Fuad.

"Belum pernah Pak," jawab si Hitam Manis singkat.

"Pantesan gak tahu berapa jumlah komisi yang harus disiapkan," terang Ra Fuad heran.

"Biasanya komitmen fee yang harus diberikan sebesar 5%." Tapi kalau sampeyan berhasil, saya berikan kamu sebesar 12%," tantang Ra Fuad.

"Biar kamu punya uang banyak, yang 5% kasihkan Jakarta, yang 7% untuk kamu," katanya meyakinkan.

Selang beberapa bulan, si Hitam Manis kembali ke pendopo Bangkalan. Ia menyampaikan kabar gembira.

"Ini ada proyek untuk Bangkalan, nilainya lumayan banyak Pak, tolong segera dibuat proposal pengajuannya, insyaallah bulan depan cair," kata si Hitam Manis.

Hari itu juga proposal diselesaikan. Lalu dibawa ke Jakarta.

Setelah sebulan berlalu ada kabar proyek untuk Bangkalan dikabulkan. Kabar tersebut kemudian disampaikan ke Ra Fuad. Ia pun senang dan berjanji akan memberikan fee sesuai kesepakatan sebelumnya.

Si Hitam tentu saja juga senang. Terbersit dalam angan-angannya akan dapat uang banyak seperti yang dijanjikan Ra Fuad.

Si Hitam yang tinggal di Surabaya itu datang ke Pendopo menagih janji Ra Fuad.

Bagaimana reaksi Ra Fuad? "Uangnya masih belum dipecah dalam beberapa item proyek, sehingga belum bisa disisihkan untuk fee Jakarta dan sampeyan," kata dia.

"Seminggu lagi sampeyan ke sini, nanti tak sisihkan fee-nya," janjinya.

Tapi ketika si Hitam datang ke Pendopo ternyata hampa. Sejak itu si Hitam hampir setiap minggu bertandang ke pendopo Bangkalan untuk menagih janji. Tapi harapannya selalu kandas. Jawaban Ra Fuad selalu berkelit dengan berbagai alasan.

Pada Minggu kedelapan, si Hitam kembali ke pendopo. Ia datang pagi sebelum jam kantor.

Ra Fuad menemui si Hitam Manis dengan pakaian ala kadarnya.

"Oh.... Sampeyan...?," Ra Fuad menyapa. Si Hitam sudah ketar-ketir. Alasan apalagi yang akan diberikan Ra Fuad.

Ternyata Ra Fuad duduk sembari mendekat di samping si Hitam Manis.

"Sekarang ini ngeri, ngeri sekali....," kata Ra Fuad.

"Apanya yang ngeri Pak?," tanya si Hitam Manis itu bingung.

"Pokoknya ngeri... Masak sampeyan gak paham?," kata Ra Fuad tanpa penjelasan apa makna ngeri yang dimaksudkan.

Karena merasa dipermainkan, akhirnya si Hitam Mani situ bilang, "Begini saja pak, komisi yang untuk orang Jakarta saja yang bapak siapkan. Komisi untuk saya gak usah. Saya takut orang Jakarta menuduh saya telah mengambil komisi mereka," kata si Hitam Manis itu.

"Apalagi yang Jakarta, mereka pasti lebih paham kalau situasi hari ini sangat ngeri....," jawab Ra Fuad lagi.

"Yang ngeri apanya Pak?," tanya si Hitam Manis.

"KPK turun ke desa-desa. Klebun-Klebun banyak yang ketakutan," kata Ra Fuad akhirnya menjelaskan kengeriannya.

Si Hitam Manis langsung pulang. Ia kembali dengan tangan hampa. Ia putus asa. Ia akhirnya tahu bahwa komisi itu tak mungkin diberikan. Dalam perjalanan ke Surabaya ia terbayang cerita Ra Fuad dengan kengeriannya. Ia kesal, tapi juga tertawa.

Selamat Jalan Kanjeng, semoga damai di surga-Nya. Amin.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...