Minggu, 22 September 2019 17:58

Kejari Jember Amankan 1 Lagi Tersangka Kasus Korupsi RTLH

Selasa, 10 September 2019 22:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Kejari Jember Amankan 1 Lagi Tersangka Kasus Korupsi RTLH
Ilustrasi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Beberapa hari yang lalu Kejari Jember telah mencebloskan tersangka MRS ke Lapas II A Kabupaten Jember, Jawa Timur. MRS merupakan pemilik toko yang tidak memberikan bahan bangunan sesuai dengan nilai penerima bantuan Penerimaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Selasa (10/9), Kejari Jember kembali mengamankan satu tersangka baru berinisial DLP, warga Kecamatan Kaliwates. DLP dalam kasus ini bertugas sebagai pengatur nominal anggaran penerima barang. Sehingga, para penerima bantuan tidak mendapatkan haknya sesuai dengan Keputusan Bupati Jember tahun anggaran 2017, tentang Penerimaan BSPS.

Saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/9/2019), Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jember Agus Budiarto menyampaikan, DLP selama ini bertugas mengirimkan uang ke rekening pemilik toko bahan bangunan, yakni MRS.

“Tetapi uang yang masuk itu tidak sesuai dengan yang harus diterima oleh masing-masing penerima bantuan. Sebanyak 195 orang masing masing orang menerima sekitar Rp 15 juta. Tapi oleh DLP uang tersebut dibagi dua dengan MRS,” jelas Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/9/2019).

DLP sendiri memiliki peranan untuk mengatur nilai anggaran bantuan itu. "DLP sendiri bukan seorang PNS, dia sebagai wiraswasta. Karena adanya kedekatan antara DLP dan MRS, sehingga terjadilah kongkalikong untuk mengatur anggaran,” katanya.

Penetapan DLP sebagai tersangka, katanya, sebelumnya berstatus sebagai saksi dari 2 orang yang dipanggil oleh kejaksaan. “Dari dua saksi itu, satu ini yang ditetapkan sebagai tersangka baru. Satunya masih kami dalami, dan dalam proses penyelidikan. DLP yang bisa mengatur, untuk mengurangi (nilai bantuan), dan memberikan perintah ke MRS,” jelasnya.

Terkait apakah saksi satunya yang masih diperiksa adalah oknum PNS, Agus enggan untuk menjelaskan. “Ini masih dipanggil kembali saksi satunya itu, masih kami periksa, apakah nantinya ada keterlibatan terkait penyimpangan anggaran RTLH ini, maka juga akan kami tetapkan sebagai tersangka juga,” katanya.

“Yang jelas saksi ini dari dinas terkait,” imbuhnya, tanpa menyebutkan jelas, apakah statusnya PNS atau bukan. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...