Senin, 13 Juli 2020 03:25

Pengalaman Pasien Berobat di RSUD Syamrabu, Pakai BPJS Diminta Pulang, Pakai Umum Langsung Masuk

Senin, 02 September 2019 13:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Pengalaman Pasien Berobat di RSUD Syamrabu, Pakai BPJS Diminta Pulang, Pakai Umum Langsung Masuk
Kondisi Kadin saat menjalani perawatan di ruangan Kartini RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Senin (02/09/2019).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kadin (49), warga Klampis Timur Kecamatan Klampis Bangkalan mengalami pengalaman aneh saat hendak menjalani perawatan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu). Pasalnya, keterangan hasil pemeriksaan berbeda antara saat menggunakan BPJS dan pasien umum.

Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Nurul, keponakan dari Kadin, Senin (2/9). Berawal saat Kadin mengalami demam hingga keluarga memutuskan membawanya ke Puskesmas Klampis. Selama di Puskesmas Klampis, Kadin menjalani rawat jalan.

"Namun karena tidak ada perkembangan, oleh Puskesmas (Klampis, Red) disarankan untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkalan," kata Nurul kepada BANGSAONLINE.com.

Kadin pun akhirnya dibawa ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) pada Ahad (1/9) dini hari sekira  pukul 04.00 WIB. Begitu tiba, Kadin langsung diperiksa di Istalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, hasil pemeriksaan di IGD, pasien dianggap tidak memiliki penyakit yang serius sehingga disarankan untuk rawat jalan.

"Ini aneh, tidak mungkin paman saya (Kadin) tidak ada penyakit. Oleh pihak Puskesmas Klampis saja disarankan ke RSUD. Apalagi kondisi badannya panasnya naik turun, bahkan awal masuk panasnya 39 celcius setelah dicek oleh perawat puskesmas yang kebetulan ikut mengantar ke Rumah Sakit," ujar Nurul.

"Saya juga sarjana, tidak bodoh-bodah amat tentang kesehatan, apalagi terkait kondisi paman saya. Saya yang membantu sejak periksa ke dokter kampung sampai ke puskesmas," cetusnya.

Menurut Nurul, keanehan itu berlanjut saat ia mencoba mendaftarkan pamannya sebagai pasien umum, alias tidak menggunakan BPJS. "Setelah mencoba tidak mengunakan BPJS (rawat inap), baru direspons agresif oleh yang jaga IGD saat itu. Saat itu juga dikonfirmasi ke dokternya oleh yang jaganya, pasien disuruh langsung masuk ke ruangan Kartini," ucap Nurul. 

Hal ini membuat Nurul penasaran. "Kenapa saat menggunakan BPJS tidak ada tindakan cepat seperti pasien umum? Apa karena mengunakan kartu BPJS? Memang sebelumnya oleh perawat dari puskesmas disarankan untuk mengunakan umum saja agar dapat di terima," pungkasnya kepada bangsaonline.com.

Sementara itu, pihak RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. BANGSAONLINE.com mencoba mendatangi kantor RSUD Syamrabu untuk menemui Direktur dan Wakil Direkturnya. Namun, yang bersangkutan tidak bisa ditemui karena sedang rapat.

Sementara saat dihubungi via telepon, Wakil Direktur dr. Fahad Suryingrat berjanji akan mencari tahu terkait hal yang dialami pasien atas nama Kadin tersebut. "Saya tanya dulu, karena sedang rapat," kata Fahad Suryaningrat. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...