Selasa, 15 Oktober 2019 19:31

Pembebasan Lahan Bandara Kediri Kurang 20 Hektare

Sabtu, 31 Agustus 2019 17:33 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Arif Kurniawan
Pembebasan Lahan Bandara Kediri Kurang 20 Hektare
Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan saat bersama Bupati Kediri Haryanti Sutrisno di Pendopo Kabupaten Kediri. foto: Arif Kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Sejauh ini negosiasi antara pemerintah dan pemilik lahan terus dilakukan untuk proses pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan Bandara di wilayah Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pembangunan Bandara di Kediri harus bisa dimulai awal tahun depan. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan.

“Tinggal 20 Hektar dan masalah RTTW nya yang mungkin perlu dirubah,” ujarnya saat bertemu awak media di Pendopo Pemkab Kediri, Sabtu (31/8).

Luhut menegaskan, proyek Bandara di Kediri bukan merupakan proyek milik PT Gudang Garam. Namun proyek tersebut merupakan masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

“Ini adalah Proyek Strategis Nasional, jadi bukan proyeknya Gudang Garam, jadi aja kebetulan Gudang Garam terlibat dari awalnya,” imbuhnya.

Ia berharap pembebasan lahan bandara di Kediri tidak ada provokasi pihak lain hingga dapat menghambat jalannya pembangunan. “Kita kan punya deadline, jadi pembebasan tanah sudah sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Jadi kita paham betul masalah ini dan kita berharap tidak ada provokasi mengenai pembebasan tanahnya,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat sekitar tidak perlu khawatir terkait adanya pembangunan Bandara. Keberadaan Bandara justru bisa mendorong perekonomian masyarakat sekitar. "Dampaknya ini pada sekitarnya, nanti turis kan banyak kesini hotspot turis pasti akan memberikan dampak sangat positif buat masyarakat, ya kita berharap memilikinya segera. Kalau bisa nanti dibangun awal Januari tahun depan," pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi tiga menteri lainnya yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalildan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Untuk diketahui, luas lahan bandara di Kabupaten Kediri itu diperkirakan mencapai 200 hektar, lebih luas dibandingkan Bandara Abdulrachman Saleh yang hanya 50 hektar. (rif/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...