Rabu, 12 Agustus 2020 22:21

Pembebasan Lahan Bandara Kediri Kurang 20 Hektare

Sabtu, 31 Agustus 2019 17:33 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Arif Kurniawan
Pembebasan Lahan Bandara Kediri Kurang 20 Hektare
Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan saat bersama Bupati Kediri Haryanti Sutrisno di Pendopo Kabupaten Kediri. foto: Arif Kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Sejauh ini negosiasi antara pemerintah dan pemilik lahan terus dilakukan untuk proses pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan Bandara di wilayah Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pembangunan Bandara di Kediri harus bisa dimulai awal tahun depan. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan.

“Tinggal 20 Hektar dan masalah RTTW nya yang mungkin perlu dirubah,” ujarnya saat bertemu awak media di Pendopo Pemkab Kediri, Sabtu (31/8).

Luhut menegaskan, proyek Bandara di Kediri bukan merupakan proyek milik PT Gudang Garam. Namun proyek tersebut merupakan masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

“Ini adalah Proyek Strategis Nasional, jadi bukan proyeknya Gudang Garam, jadi aja kebetulan Gudang Garam terlibat dari awalnya,” imbuhnya.

Ia berharap pembebasan lahan bandara di Kediri tidak ada provokasi pihak lain hingga dapat menghambat jalannya pembangunan. “Kita kan punya deadline, jadi pembebasan tanah sudah sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Jadi kita paham betul masalah ini dan kita berharap tidak ada provokasi mengenai pembebasan tanahnya,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat sekitar tidak perlu khawatir terkait adanya pembangunan Bandara. Keberadaan Bandara justru bisa mendorong perekonomian masyarakat sekitar. "Dampaknya ini pada sekitarnya, nanti turis kan banyak kesini hotspot turis pasti akan memberikan dampak sangat positif buat masyarakat, ya kita berharap memilikinya segera. Kalau bisa nanti dibangun awal Januari tahun depan," pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi tiga menteri lainnya yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalildan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Untuk diketahui, luas lahan bandara di Kabupaten Kediri itu diperkirakan mencapai 200 hektar, lebih luas dibandingkan Bandara Abdulrachman Saleh yang hanya 50 hektar. (rif/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...