Senin, 06 April 2020 12:57

Isu Kemerdekaan Papua Warnai Aksi AMP di Malang, Dandim: NKRI Harga Mati!

Kamis, 15 Agustus 2019 22:55 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Iwan Irawan
Isu Kemerdekaan Papua Warnai Aksi AMP di Malang, Dandim: NKRI Harga Mati!
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri bersama Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson dan jajarannya ketika menemui anggota Aliansi Mahasiswa Papua yang demo di Jalan Kahuripan Malang, Kamis (15/08). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Demo yang digelar Aliansi Masyarakat Papua (AMP) di kawasan Jl Basuki Rahmat dan Jl Kahuripan berakhir ricuh, Kamis (15/08). Demo itu ditentang warga Malang, hingga berujung saling lempar batu. Bahkan, situasi sempat tak terkendali.

Beruntung, kericuhan ini dapat diredam aparat Polres Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang beserta Pemkot Malang yang segera turun tangan.

Informasi yang dihimpun, AMP menggelar aksi yang intinya menyuarakan kemerdekaan warga Papua

Hal inilah yang membuat sekelompok masyarakat Kota Malang menolak aksi AMP. Mereka mendesak AMP membubarkan aksi dan orasinya. 

Sementara Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menegaskan bahwa aksi yang dilakukan tidak berizin. "Sepanjang aksi itu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, Polres Malang Kota tidak bakalan memberikan izin," tuturnya.

“Aksi AMP saat ini tidak berizin. Kami mengantisipasi agar tidak terjadi lebih parah, sementara warga Kota Malang terus mencoba maju menghampiri kelompok AMP. Terpaksa [kelompok AMP] kita naikkan ke truk untuk dikembalikan ke tempat kosnya," tegas Kapolres.

"Kami berharap, kepada segenap teman AMP bisa memahami dan tidak memaksakan kehendaknya. Di sisi lain, warga Kota Malang juga mesti bijak dan tidak sampai anarkis dalam menghalau," tandasnya.

Kapolres berharap, Pemkot Malang segera melakukan diskusi dan koordinasi dengan pihak pemerintah Papua. "Tujuannya agar mahasiswa yang studi di Kota Malang betul-betul menjalankan studinya dan tidak melakukan aksi liar," tukasnya.

Sementara Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menegaskan tidak akan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mau bertindak radikalisme ataupun makar.

"Warga Kota Malang bersama TNI-Polri menyatakan NKRI harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Kami siap memback up pengamanan dan keamanan Polres Malang Kota, dari sikap intoleran maupun radikalisme serta makar," tambahnya.

“Adanya aksi dari saudara kita Papua hari ini, lami segera mengumpulkan seluruh perguruan tinggi di Kota Malang. Perlu ada penandatanganan pakta integritas. Semua mahasiswa harus berjanji cinta damai dan teguh pada NKRI," katanya pada wartawan, Kamis (15/8/2019).

"Kami tidak memiliki kewenangan untuk memulangkan mereka yang turut kerusuhan di kawasan Rajabali. Karena mahasiswa tersebut bagian dari bangsa Indonesia. Mereka warga negara Indonesia yang berhak untuk tinggal di mana saja, termasuk Kota Malang," jelasnya lagi. (iwa/thu/ros)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...