Minggu, 18 Agustus 2019 04:40

Berkedok Investasi Perumahan di Sidoarjo, Warga Plemahan Surabaya Gelapkan Uang Rp 7 Miliar

Jumat, 09 Agustus 2019 00:46 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Berkedok Investasi Perumahan di Sidoarjo, Warga Plemahan Surabaya Gelapkan Uang Rp 7 Miliar
Tersangka berikut barang bukti.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kembali lagi marak penipuan investasi perumahan di Sidoarjo. Kali ini dilakukan oleh Mochammad Fattah (27), warga Plemahan XI No. 33 RT 06 RW 09, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Fattah berhasil diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo lantaran dia melakukan penipuan investasi tanah untuk perumahan yang berada di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Menurut Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, penangkapan tersangka itu bermula dari adanya laporan 69 masyarakat yang dirugikan. Tersangka menjanjikan rumah murah dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

"Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka yakni pada tahun 2015 silam, tersangka menjual perumahan The Mustika Garden yang terletak di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang dikembangkan oleh PT Alisa Zola Sejahtera," kata Ali di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (8/8/2019).

Di lokasi itu, pelaku sudah memasang spanduk bahwa akan dibangun perumahan dan menyebarkan brosur. Dalam brosur tersebut, tertera penjualan unit rumah murah seharga Rp 200 juta - Rp 300 juta dan dengan DP yang dapat diangsur selama dua tahun serta segera dibangun apabila DP lunas.

"Namun sampai saat ini, tanah seluas 2,9 hektare tersebut masih berbentuk persawahan. Ada 69 korban. DP-nya bervariasi antara Rp 200 sampai Rp 300 juta, semua hampir lunas, tapi hingga saat ini belum ada bangunan sama sekali. Bahkan lokasinya masih berbentuk tanah," tambah Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, dari hasil penipuan dan penggelapan dari 69 korban itu, tersangka berhasil membawa kabur uang korban senilai kurang lebih Rp 7 miliar. Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa uangnya tersebut habis untuk biaya operasional. Pengakuannya untuk perizinan dan operasional lainnya. Tapi, petugas menilai alasan tersebut tidak masuk akal.

"Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara," jelas Ali. (cat/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...