Selasa, 04 Agustus 2020 23:37

Berkedok Investasi Perumahan di Sidoarjo, Warga Plemahan Surabaya Gelapkan Uang Rp 7 Miliar

Jumat, 09 Agustus 2019 00:46 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Berkedok Investasi Perumahan di Sidoarjo, Warga Plemahan Surabaya Gelapkan Uang Rp 7 Miliar
Tersangka berikut barang bukti.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kembali lagi marak penipuan investasi perumahan di Sidoarjo. Kali ini dilakukan oleh Mochammad Fattah (27), warga Plemahan XI No. 33 RT 06 RW 09, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Fattah berhasil diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo lantaran dia melakukan penipuan investasi tanah untuk perumahan yang berada di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Menurut Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, penangkapan tersangka itu bermula dari adanya laporan 69 masyarakat yang dirugikan. Tersangka menjanjikan rumah murah dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

"Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka yakni pada tahun 2015 silam, tersangka menjual perumahan The Mustika Garden yang terletak di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang dikembangkan oleh PT Alisa Zola Sejahtera," kata Ali di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (8/8/2019).

Di lokasi itu, pelaku sudah memasang spanduk bahwa akan dibangun perumahan dan menyebarkan brosur. Dalam brosur tersebut, tertera penjualan unit rumah murah seharga Rp 200 juta - Rp 300 juta dan dengan DP yang dapat diangsur selama dua tahun serta segera dibangun apabila DP lunas.

"Namun sampai saat ini, tanah seluas 2,9 hektare tersebut masih berbentuk persawahan. Ada 69 korban. DP-nya bervariasi antara Rp 200 sampai Rp 300 juta, semua hampir lunas, tapi hingga saat ini belum ada bangunan sama sekali. Bahkan lokasinya masih berbentuk tanah," tambah Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, dari hasil penipuan dan penggelapan dari 69 korban itu, tersangka berhasil membawa kabur uang korban senilai kurang lebih Rp 7 miliar. Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa uangnya tersebut habis untuk biaya operasional. Pengakuannya untuk perizinan dan operasional lainnya. Tapi, petugas menilai alasan tersebut tidak masuk akal.

"Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara," jelas Ali. (cat/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...