Kamis, 20 Februari 2020 00:38

Dinas Peternakan Klaim Populasi Sapi Potong di Jatim Surplus, Begini Tanggapan PPSDS

Kamis, 01 Agustus 2019 23:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Dinas Peternakan Klaim Populasi Sapi Potong di Jatim Surplus, Begini Tanggapan PPSDS
Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim menggelar seminar Ketahanan Pangan Jawa Timur di Hotel Sahid Surabaya, Kamis (1/8). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLNIE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Angka populasi sapi potong di Jatim masih menjadi polemik. Pasalnya, perhitungan dari Dinas Peternakan dengan para pelaku usaha sapi di Jatim berbeda. Versi Dinas Peternakan populasi sapi saat ini surplus, sehingga masih bisa memenuhi kebutuhan daerah lain.

Menurut data Dinas Peternakan Jatim, populasi sapi potong di Jatim saat ini mencapai 4,6 juta ekor atau menyumbang 27% dari populasi nasional. Sedangkan produksi daging sapi Jatim menyumbang 20% atau sekitar 575.557 ton dan tingkat konsumsi Jatim hanya 447.460 ton sehingga mengalami surplus 128.117 ton.

Kabid Pemasaran Dinas Peternakan Jatim, Kusdiryanto menegaskan jika data populasi sapi yang dimiliki oleh dinas peternakan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kami tidak bisa amengeluarkan data. Karena sesuai Undang-undang acuan data, ya BPS,” terang Kusdiryanto, pada seminar ketahanan pangan Jawa Timur di Hotel Sahid Surabaya, Kamis (1/8).

Dirinya juga menyatakan siap untuk berdiskusi dan tukar pikiran untuk membahas tata niaga daging. Sehingga ditemukan formulasi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan daging di Jawa Timur.

Sedangkan di lapangan para pelaku usaha menemukan fakta yang berbeda. Jumlah sapi di Jatim defisit. Karena sedikitnya jumlah sapi potong yang dipotong di beberapa jagal di Jatim. Selain itu di pasar sapi jumlah sapi semakin lama semakin menurun.

“Pertumbuhan penduduk dengan populasi (sapi) itu kan sebenarnya tidak berimbang. Ketika pertumbuhan penduduk tidak diikuti populasi sapi, tentu tidak berimbang,” ucap Humas Paguyuban Pedagang Daging (PPD) Jatim, Dondik.

Pada sesi diskusi ini berlangsung cukup tegang karena peserta seminar yang rata-rata pelaku usaha daging dan sapi merasa data yang dimiliki Dinas Peternakan Jatim tidak valid. Karena dari jumlah populasi ini masuk instrumen sapi anakan dan sapi betina yang dalam aturan tidak boleh dipotong.

Kondisi ini yang menjadikan beberapa kebijakan kurang tepat, karena berdasar data yang dianggap tidak cocok dengan fakta di lapangan.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Mutowif menegaskan jika ada perbedaan perhitungan antara pelaku usaha dengan Dinas Peternakan.

“Seekor sapi menghasilkan daging 175 kg untuk sapi Jawa, sapi Madura rata-rata 90 kg. Ini yang menjadi permasalahan mendasar,” terangnya.

Sedangkan Dinas Peternakan berasumsi per ekor sapi menghasilkan 200 kg daging. Sehingga terjadi perbedaan yang signifikan.

“Harus direvisi asumsi dasarnya. Jika tidak revisi, maka permasalahan daging tidak akan ada jalan keluarnya. Kalau ndak percaya bisa dibuktikan dengan melihat tiap RPH secara acak. Tinggal bagaimana mekanisme dinas atau kementerian, agar asumsi daging yang dihasilkan satu ekor sapi bisa clear,” tegasnya. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Rabu, 19 Februari 2020 23:52 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji di...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...