Selasa, 15 Oktober 2019 19:32

Waspada Penyebaran Radikalisme di Kampus, Lewat Penculikan di Grup Medsos WhatsApp

Rabu, 24 Juli 2019 17:51 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Waspada Penyebaran Radikalisme di Kampus, Lewat Penculikan di Grup Medsos WhatsApp
Dialog Pelibatan Civitas Academica Dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Universitas Jember (Unej).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Upaya penculikan dengan memasukkan nomor ponsel calon korban ke dalam grup media sosial (medsos) WhatsApp juga dilakukan sebagai salah satu cara penyebaran paham radikalisme di lingkungan akademisi atau wilayah kampus.

Selanjutnya dalam forum komunikasi di grup medsos tersebut, pendekatan yang dilakukan penyebar paham radikalisme, adalah dengan membahas tema atau mengenai bahasan mengenai hal-hal yang terjadi nantinya pada akhir zaman.

Hal ini dibahas dalam Dialog Pelibatan Civitas Academica Dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang digelar di Aula Lantai Tiga Gedung Rektorat Universitas Jember (Unej), Rabu (24/7/2019).

Seorang Mantan Teroris Kurnia Widodo menyampaikan, segala upaya dilakukan oleh oknum penyebar paham radikalisme itu untuk mendekati atau mempengaruhi para mahasiswa.

“Misalnya di media sosial (untuk menyebarkan paham radikalisme tersebut), mereka (oknum atau pelaku), menculik korbannya untuk bergabung dalam grup medsos. Itu sudah biasa mereka itu. Adapun nantinya keluar dari grup tersebut, tidak menjadi masalah,” kata Kurnia saat dikonfirmasi wartawan.

Asalkan tujuan untuk menyampaikan visi atau misi dari paham radikalisme tersebut sudah dilakukan. “Kemudian cara-cara mengenai tablig akbar yang membahas tentang akhir zaman, atau eskatologi, mereka-mereka (yang tergabung dalam grup medsos), adalah yang dijanjikan (selamat) dalam pemahaman tentang akhir zaman tersebut,” jelasnya.

Bahkan dalam konsep penyampaian perkuliahan, lanjut Kurnia, juga dilakukan. “Jadi dengan berdalih mendatangkan pakar-pakar. Itu juga dilakukan. Kemudian terpaparnya tidak hanya dari dalam kampus, tapi bisa dari luar. Kemudian diperkuat dengan keyakinan teman-temannya. Bahkan juga dosen. Saya tahu itu, karena dosen ini juga terpapar. Karena mereka mengajar (para dosen itu), dengan memasukkan ideologi itu. Bahkan tentang politik pun juga dimasukkan,” ungkapnya.

“Sehingga dengan penyebaran yang dilakukan itu tidak hanya di salah satu perguruan tinggi saja. Tidak hanya Unej, di perguruan tinggi lain pun juga bisa. Sehingga (sebagai langkah antisipasi), karena kampus tidak hanya tempat pendidikan formal, maka (pihak kampus) harus memiliki muatan-muatan proteksi dari pemikiran-pemikiran radikal,” katanya.

“Artinya tidak hanya pendidikan formal, kuliah, belajar pulang, atau istilahnya ilmu dunia. Juga harus punya visi untuk melindungi negara ini dari paham-paham seperti itu. Karena banyak ditemukan, (penyebar paham radikal) ada yang masih aktif (kuliah), ada yang sudah keluar, kemudian melalui kampus, senior, ataupun medsos itu,” sebutnya.

Bahkan si penyebar paham radikal ini, katanya, tidak hanya ditentukan dari jenis kelamin. “Tidak hanya laki-laki saja. Bahkan banyak perempuan yang menyebarkan paham radikal pada laki-lakinya,” imbuhnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Pencegahan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Brigjen Pol Hamli menyampaikan, dengan adanya penyebaran paham radikalisme di wilayah kampus, maka yang perlu ditekankan adalah bagaimana caranya mengajak civitas akademica itu, untuk ikut menjaga.

“Minimal dari kampusnya sendiri. Secara internal. Kemudian BNPT ini, hanya memberikan asistensi kepada pihak kampus,” katanya.

“Karena mereka (pihak kampus) yang lebih tahu (kondisi wilayahnya), kami hanya memberikan clue-cluenya. Jadi di sini loh pak (tempat rawan penyebaran paham radikalisme itu). Sehingga kita koordinasi bersama,” sambungnya. (jbr1/yud)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...