Selasa, 20 Agustus 2019 13:20

Bupati Arifin Minta Upacara Adat Dam Bagong Digelar Lebih Semarak

Jumat, 19 Juli 2019 14:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Bupati Arifin Minta Upacara Adat Dam Bagong Digelar Lebih Semarak
Bupati Arifin dan Istrinya Novita Hardiny saat hadir di upacara adat Dam Bagong. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek, khususnya Kelurahan Ngantru, setiap memasuki bulan Selo tepatnya hari Jum'at Kliwon digelar upacara adat bersih Dam Bagong.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara adat bersih Dam Bagong ini digelar dalam rangka memperingati Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa dalam dunia pertanian. Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur para petani terhadap jasa jasa yang telah ditorehkan oleh Ki Ageng Menak Sopal di masa lalu.

Ki Ageng Menak Sopal sendiri di mata para petani Trenggalek dari dulu hingga saat ini dianggap sebagai seorang tokoh yang telah sukses dalam dunia pertanian lantaran berhasil membuat sebuah Dam atau bendungan yang lokasinya berada di Dusun Bagong yang kini telah masuk wilayah Kelurahan Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Hasil dari pembuatan Dam atau Bendungan ini pada akhirnya mampu mengaliri area persawahan mulai dari Kecamatan Trenggalek dan sekitarnya serta Kecamatan Pogalan. Sehingga tiap tahun hasil panen padi yang sebelumnya hanya dua kali dalam setahun, setelah adanya Dam Bagong ini para petani bisa panen 3 kali dalam setahun.

Sementara Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin didampingi istrinya Novita Hardiny hadir dalam kesempatan tersebut dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

Dalam sambutannya, Bupati Arifin mengimbau seluruh masyarakat Trenggalek agar tidak meninggalkan sejarah. Sebab tanpa adanya sejarah masa lalu, tak mungkin ada kehidupan saat ini.

"Jangan sekali kali meninggalkan sejarah," ucapnya dalam sambutan Jumat (18/7).

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa digelar dalam skala yang lebih besar lagi, atau sekalian dijadikan festival tahunan yang lebih semarak. "Saya berharap upacara adat seperti ini lebih dibesarkan lagi terutama ke kgidmatannya dan kekhusukannya. Dan bisa menjadi festival tahunan yang lebih besar lagi," pintanya.

Usai menyampaikan sambutan, Bupati Arifin dan istrinya Novita Hardiny serta rombongan bergerak menuju ke makam Ki Ageng Menak Sopal untuk melakukan ziarah.

Bupati Arifin dan istrinya Novita tampak begitu khusuk saat memanjatkan doa pada Allah di makam Ki Ageng Menak Sopal. Setelah itu, Bupati Arifin dan Novita Hardiny serta rombongan berjalan menuju Dam Bagong yang jaraknya sekitar 100 meter dari area makam Ki Ageng Menak Sopal.

Di sana seperti tradisi yang sudah di lakukan ratusan tahun silam, Bupati Arifin diminta untuk membuang kepala kerbau di dasar sungai. Setelahnya, Bupati Arifin dan rombongan kembali ke arah makam Ki Ageng Menak Sopal untuk melakukan potong tumpeng serta membagi bagikan nasi bungkus yang berisi lauk daging kerbau pada masyarakat. (man/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...