Rabu, 24 Juli 2019 08:18

Hilangnya Batu Nisan Ki Ageng Menak Sopal di Trenggalek Diduga Terkait Hal Mistis

Kamis, 07 Februari 2019 18:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Hilangnya Batu Nisan Ki Ageng Menak Sopal di Trenggalek Diduga Terkait Hal Mistis
Dra. Endang Prastanti M.M (paling kanan), saat berada di areal Makam Ki Ageng Menak Sopal Trenggalek. Foto: HERMAN S/BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Beberapa waktu yang lalu sempat dikabarkan dua buah batu nisan milik Ki Ageng Menak Sopal dan Dewi Amis Rara Wati yang lokasinya di wilayah Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek telah dinyatakan hilang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Trenggalek, bahwa nisan tersebut diduga telah dicuri oleh seseorang yang belum diketahui siapa pelakunya hingga saat ini.

Peristiwa ini akhirnya mendapat perhatian serius dari Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk turun langsung ke lapangan guna mencari kebenaran atas informasi tersebut.

Saat berada di lokasi makam Ki Ageng Menak Sopal dan melakukan serangkaian observasi, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Dra. Endang Prastanti M.M menerangkan, pencurian batu nisan ini bukan karena nilai jualnya, tapi mungkin lebih ke arah mistisnya.

"Mungkin nilai jual dalam arti rupiah, tidak. Akan tetapi kita juga percaya adanya kepercayaan di masyarakat bahwa leluhur itu kan mempunyai kekuatan spiritual yang luar biasa, yang bisa ditransformasikan ke anak buyutnya," terangnya.

Menurutnya, pelestarian benda cagar budaya bukan pada nilai jualnya, akan tetapi yang lebih berbahaya adalah ketika masyarakat itu mendewakan benda pelestarian budaya. 

"Sehingga kepercayaan yang sifatnya Animisme dan Dinamisme bisa muncul kembali. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi benda cagar budaya," ucap Endang.

Ia juga menyampaikan terkait hilangnya batu nisan ini menurutnya tidak perlu dibuatkan replika. Sebab hal ini tidak mempengaruhi dari struktur bangunan itu sendiri.

"Jadi kalau menurut saya tidak perlu dibuatkan replika. Jika dibuatkan replika dan tidak ada yang menyampaikan kalau itu replika, itu malah bisa membelokkan sejarah. Tapi cukup disampaikan bahwa batu nisan ini pernah hilang, itu saja," ujarnya. (man/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...