Kamis, 22 Agustus 2019 19:24

​Video Adu Mulut Penumpang Ojek Online Vs Driver Angling di Blitar Viral, Polisi Turun Tangan

Rabu, 17 Juli 2019 19:15 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
​Video Adu Mulut Penumpang Ojek Online Vs Driver Angling di Blitar Viral, Polisi Turun Tangan
Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Agus Fauzi turun langsung untuk memediasi driver ojek online dan angkutan lingkungan (Angling).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Setelah videonya viral di media sosial, polisi akhirnya turun tangan melerai adu mulut yang melibatkan penumpang serta driver ojek online dan driver Angling. 

Adu mulut itu terjadi setelah Rizki Nanda Kusuma (26) driver ojek online dihentikan driver Angling saat hendak menjemput penumpang di Jalan Teratai, Kota Blitar, Rabu (17/7/2019) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengemudi Angling menuduh Rizki melanggar kesapakatan antara driver ojek online dan angkutan lingkungan atau yang lebih dikenal dengan nama Angling. Sesuai kesepakatan, angkutan online hanya boleh mengambil penumpang dari Stasiun Blitar di depan Pasar Wage atau di pertigaan BNI sebelah timur stasiun, dan di depan warung Ayam Coblos Barat stasiun.

Sedangkan di Jalan Teratai, sebenarnya zona steril. Artinya, tidak ada kesepakatan larangan mengambil penumpang di Jalan Teratai bagi angkutan online.

"Kalau ke utara (Jalan Teratai) kan tidak masuk zona merah sebenarnya. Saya mau belok tadi juga sudah sempat dipepet sama sopir Angling. Bahkan penumpang saya saat itu belum sampai naik," ungkap Rizki.

Adu mulut di antara mereka baru berhenti setelah petugas Polsek Kepanjenkidul datang ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak.

Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Agus Fauzi mengatakan, pihaknya turun ke lokasi setelah video adu mulut dengan cepat muncul di media sosial. Setelah dilakukan mediasi, terurai jika masalah itu terjadi hanya karena kesalahpahaman.

Karena sebenarnya antara angkutan online dan angkutan lingkungan sudah membuat kesepakatan bersama sendiri. Bahwa Angling mangkal di dalam stasiun, sehingga angkutan online tidak boleh mengambil penumpang di dalam stasiun.

"Ini kesalahpahaman dari pihak Angling dan Grab. Kami kemudian memediasi kedua belah pihak. Ke depan kami akan terus memantau agar tidak ada konflik, karena ini masalah sensitif," jelas Agus Fauzi. (ina/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...