Kamis, 29 Juli 2021 02:56

​Tari Kolosal Seribu Barong di Kediri Jadi Pemersatu Bangsa

Senin, 15 Juli 2019 18:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
​Tari Kolosal Seribu Barong di Kediri Jadi Pemersatu Bangsa
Kemeriahan Tari Kolosal 1.000 Barong di Kediri.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tari Kolosal 1.000 Barong kini telah menjadi event pariwisata yang keberadaannya selalu ditunggu masyarakat dari dalam dan luar Kediri. Tidak hanya bagi penonton, para penari 1.000 barong ternyata beberapa berasal dari luar Kediri. Seperti Yogyakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Banyuwangi, Ponorogo, Palembang, Jakarta, dan Bontang.

Seperti misalnya Susan, salah satu penari barong yang berasal dari Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya berangkat bersama rombongan sejumlah 10 orang pembarong untuk mengikuti kegiatan ini.

Menurut Susan, event seperti ini sangat bagus sebagai wahana nguri-uri budaya leluhur. Apalagi terdapat banyak filosofi penting yang bisa menjadi pelajaran hidup dari olah seni budaya jaranan.

“Saya antusias datang dari Bontang untuk bergabung bersama ribuan pecinta seni jaranan dan barong di Kediri Jawa Timur. Ini sengaja kami niatkan sebagai bentuk kepedulian dan dorongan agar masyarakat bersama memelihara seni budaya warisan leluhur. Karena banyak pesan positif yang bisa diambil dari seni budaya ini,” jelas gadis 21 tahun ini.

BACA JUGA : 

Pastikan Bantuan Sampai di Tangan, Bupati Kediri Datangi Rumah Warga Isoman Pakai Vespa

Masih Pandemi, Ritualan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kembali Ditiadakan

Hari Jadi Kota Kediri ke-1142 Digelar Secara Virtual, Sandiaga Uno Beri Kado Istimewa

Segera Dirikan RSDS, Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Tinjau Lokasi di Bekas Kantor Dispertabun

“Ternyata memang luar biasa sambutan di Kediri. Even tari 1.000 barong memang luar biasa. Penontonnya sampai penuh sesak dan sudah berkumpul menunggu sejak siang. Bahkan kemarin saat latihan mereka juga datang melihat. Sungguh hebat,” tutur perempuan yang belajar tari barong sejak dua tahun lalu ini.

“Para pembarongnya juga mengesankan. Ada yang tua, ada masih anak-anak, ada pria dan tidak sedikit yang wanita. Ada yang berprofesi petani, pegawai, polisi, bahkan ojek online. Semua menyatu dalam gerak langkah seni budaya. Saya merasa bangga menjadi bagian hebat even ini,” tambah wanita yang rutin mementaskan seni jaranan di wilayah Kalimantan ini.

Sebagai informasi, beberapa penari barong memang berasal dari luar Kabupaten Kediri. Kehadiran mereka semakin menguatkan pesan bahwa seni budaya panji yang terdapat dalam tari jaranan dan barong adalah warisan budaya milik nusantara. Sehingga tari kolosal 1.000 barong menjadi wujud pemersatu bangsa.

Tari kolosal dengan 4.000 penari barong sukses menyedot antusias warga Kediri. Acara ini menutup rangkaian pekan budaya Kabupaten Kediri. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri berlangsung 7 Juli.

Ribuan warga memadati area monumen Simpang Lima Gumul Kediri, Minggu (14/7/2019). Acara ini pun semakin meriah karena melibatkan kurang lebih 4.000 penari barong yang tersebar luas dari penjuru daerah.

Wakil Bupati Kediri Masykuri sangat senang dengan acara ini, terlebih lagi banyak daerah lain yang ikut serta. Dengan kehadiran delegasi dari daerah lain salah satu penyemangat, memberikan motivasi bagi Kabupaten Kediri sebagai Bumi Panji.

"Ini dalam rangka 'nguri-uri' (melestarikan). Kediri sebagai pusat cerita Panji, di mana cerita Panji sudah menjadi 'memory of the world' diakui dunia. Unesco menetapkan cerita Panji menjadi warisan budaya," kata dia.

Wabup menjelaskan tari barong merupakan salah satu sempalan dari cerita Panji. Dan diharapkan mampu mempromosikan potensi lokal kediri sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. (adv/kominfo/rif)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...