Senin, 22 Juli 2019 14:04

Stok Menipis, Harga Cabe Keriting di Nganjuk Melonjak

Selasa, 09 Juli 2019 22:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Bambang Dwi Julianto
Stok Menipis, Harga Cabe Keriting di Nganjuk Melonjak
Hamparan cabai merah besar saat ini terlihat di Pasar Sukomoro, dan cabai keriting masih menghilang. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Pedagang cabe yang berada di Pasar Sukomoro, Kabupaten Nganjuk saat ini sudah lama tidak melihat jenis cabai keriting dalam jumlah besar. Kurangnya pasokan cabai keriting ini sudah dialami sejak pertengahan puasa hingga saat ini.

Winarsih, pedagang cabai di Pasar Sukomoro mengatakan, semenjak kurangnya pasokan pasokan cabai keriting dari luar kota, maka yang dipasarkan hanya cabai merah besar dan cabai kecil.

"Saya sudah tidak menjual lagi cabai keriting, setelah puasa kemarin karena stok pasokan sedikit sekali," kata Winarsih kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (09/07).

Dijelaskan, terkait harga cabai merah besar yang dijualnya berkisar antara Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu/kilo, sedangkan harga cabai keriting sendiri harganya berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu. Tapi untuk saat ini stoknya masih kosong, tapi jika nanti ada kiran pasokan cabai keriting dari luar kota pasti harganya akan lain lagi.

"Cabai besar harganya masih stabil di sini, tapi kalau cabai keriting masih bisa naik jika pasokan hanya sedikit," jelasnya.

Keluhan akibat tidak adanya cabai keriting juga disampaikan Rahman pedagang sayur keliling, warga Desa Baron. Sebenarnya banyak sekali permintaan pelanggannya terutama ibu rumah tangga untuk membeli cabai keriting. Karena tidak adanya stok maka dirinya hanya membeli cabai merah besar dan cabai kecil.

"Kalau cabai keriting agak pedas daripada cabai merah besar, kalau cabai merah besar kulitnya agak susah dilembut lain dengan cabai keriting," tutur Rahman.

Sepinya pasokan cabai keriting di Pasar Sukomoro dibenarkan koordinator pasar Bowo Marjoko, bahwa stok cabai yang saat ini membanjir adalah jenis cabai merah besar dan cabai kecil kalau cabai keriting saat ini masih kosong.

"Cabai merah besar dan cabai kecil sangat mencukupi, dan pedagang saat ini masih menunggu pasokan cabai keriting dari petani luar kota," kata Bowo.

Dijelaskan, kemungkinan kenaikan harga cabai keriting karena minimnya pasokan dari petani cabai, agar kestabilan harga cabai bisa teratasi tergantung dari pasokan para petani cabai. (bam/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...