Afwan Maksum, SE, QIA, Anggota DPRD Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
"Kalau dikelola dengan baik, destinasi wisata religi di Jatim bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Tentunya juga menambahkan pendapatan asli daerah atau PAD," imbuh politisi PDI Perjuangan ini.
Terpisah, tokoh pemuda Jatim asal Kabupaten Sumenep Rusman Hadi mengapresiasi besarnya perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada makam bersejarah dan situs budaya. Terbukti di era Khofifah ini para penjaga makam, situs dan cagar budaya mendapat tunjangan bulanan. Karena itu, pihaknya berharap gubernur juga memberi perhatian terhadap makam Syekh Yusuf di Sumenep.
Mantan Bendahara PKC PMII Jatim ini, mengungkapkan warga Jawa Timur patut bangga karena makam Syekh Yusuf ada di Kepulauan Sumenep yang masuk wilayah Jatim. Sebab Syekh Yusuf adalah ulama besar yang diakui kiprahnya oleh dunia. Karena itu sudah sepantasnya perjuangan Syekh Yusuf mendapatkan pengakuan dari Pemprov Jatim dengan menjadikan makam beliau sebagai situs bersejarah.
"Sebagai putra daerah Sumenep tentu saya bangga dengan keberadaan makam Syekh Yusuf. Saya berharap pemprov memberi perhatian makam Syekh Yusuf sebagaimana makam Sunan Ampel di Surabaya atau makam Bung Karno di Kota Blitar," pungkas Rusman.
Untuk diketahui, Syekh Yusuf adalah ulama besar dan pejuang kemerdekaan asal Kesultanan Gowa, Makassar. Ia dibuang oleh Belanda ke Afrika Selatan karena dianggap membahayakan pemerintahan kolonial. Syech Yusuf yang merupakan menantu Sultan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa memiliki 5 makam di Cape Town Afrika Selatan, Gowa Sulawesi Selatan, Serang Banten, Srilanka dan Sumenep, Jawa Timur. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




