Jumat, 23 Agustus 2019 08:58

Pembongkaran Warung dan Caffe di Desa Malang Maospati Tunggu Keputusan MK

Rabu, 19 Juni 2019 16:44 WIB
Editor: .
Wartawan: Anton Suroso
Pembongkaran Warung dan Caffe di Desa Malang Maospati Tunggu Keputusan MK
Warung dan Caffe di ruas jalan Provinsi turut Desa Malang, Kecamatan Maospati. foto: ANTON/ HARIAN BANGSA

MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) rupanya tidak hanya mempengaruhi suhu politik di Ibu kota Jakarta saja, namun juga mempengaruhi berbagai hal di Kabupaten Magetan.

Contohnya seperti pembongkaran warung remang-remang (warem) dan juga caffe di ruas jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) tepatnya di Desa Malang Kecamatan Maospati, yang hingga kini masih belum jelas kapan akan dibongkar, karena juga menunggu keputusan MK terkait hasil pemilu tahun 2019 ini.

"Kemarin sebelum lebaran diundur karena bisa mengganggu lalu lintas, ini juga belum juga bisa dilaksanakan karena masih memunggu keputusan hasil sidang Mahkamah Konstitusi terkait pemilu 2019," kata Kasi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Khamim Bashori, Rabu (19/6).

Khamim mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Satpol PP Provinsi menggelar rapat dengan Pemkab Magetan terkait rencana pembongkaran bangunan liar itu.

"Keputusan ini diambil setelah rapat antara Pemprov dan Pemkab kemarin, tapi kapan pelaksanaanya masih belum tahu," ujarnya.

Khamim menjelaskan, dengan memanasnya suhu politik pemilu 2019 ini, bila tetap dipaksakan membongkar bangunan liar itu, ditakutkan akan disangkut-sangkutkan dengan isu-isu politik sehingga membuat suasana Kabupaten Magetan menjadi tidak kondusif.

"Yang jelas kita menunggu keputusan MK dulu terkait hasil Pemilu. Kalau kita paksakan membongkar, takutnya malah dijadikan isu politik, yang bisa membuat suasana tidak kondusif," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembongkaran warung remang-remang dan caffe di Desa Malang Kecamatan Maospati yang direncanakan sebelum lebaran, ternyata urung dilaksanakan karena terkendala alat berat yang bisa mengganggu lalu lintas. Namun begitu setelah lebaran, Pemkab dan Pemprov rupanya juga masih belum bisa melakukan pembongkaran dikarenakan menunggu hasil MK terkait pemilu 2019. (ton)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...