Selasa, 16 Juli 2019 08:04

Latih Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Hidup Mandiri, Risma Kirim 7 ABK ke Liverpool

Selasa, 18 Juni 2019 00:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Latih Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Hidup Mandiri, Risma Kirim 7 ABK ke Liverpool
Wali Kota Risma saat foto bersama tujuh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta delapan guru pendamping. Foto: YUDI ARIANTO/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Risma memberangkatkan tujuh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) beserta delapan guru pendamping, untuk mengikuti Pelatihan Pendidikan di ST. Vincent’s School Liverpool, Inggris, malam ini (Senin, 17/6). Mereka diberangkatkan ke Liverpool untuk belajar selama enam minggu supaya ke depan bisa hidup mandiri.

Sebelum keberangkatkan, Risma mengundang orang tua wali, guru pendamping, serta anak-anak ABK di ruang sidang wali kota, Senin (17/6/2019) siang. Ia mengimbau para orang tua agar mempercayakan anaknya kepada pendamping.

Risma ingin agar para orangtua tersebut tidak merasa cemas berlebihan, sebab anak-anak di sana berlatih dan berusaha untuk belajar hidup mandiri.

“Bapak-ibu wali murid sekalian, tidak berlu cemas, tidak perlu khawatir nanti saya minta pembinanya untuk komunikasi dengan putra-putri bapak ibu saat belajar di sana. Kalau bapak ibu ikhlas dan percaya, anak-anak di sana belajarnya akan tenang,” kata Wali Kota Risma.

Tujuh siswa yang akan berangkat itu terpilih berdasarkan prestasi musik dan olahraga dari beberapa sekolah di Surabaya. Di antaranya, siswa asal SMP Negeri 7 Surabaya Rahul N, SD Negeri Sidotopo Wetan Melinda Putri, Rizky Nova SD Negeri Pacarkeling, Early P SD Negeri Tambaksari, Firmansyah SD Negeri Klampis, Reva G dan Muhammad Hilbram dari SLB A YPAB.

Risma menambahkan, ST. Vincent’s School di Kota Liverpool merupakan sekolah tertua di Eropa. Karena itu, ia memastikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi. “Di sana guru-gurunya sudah profesor semua, bahkan untuk menangani murid setara SD sampai SMA juga profesor,” imbuhnya.

Ia memastikan, selama enam minggu belajar di ST. Vincent’s School mereka tak perlu mengeluarkan biaya sepersen pun (gratis). Sebab, untuk biaya hidup sehari-hari dan transport sudah ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sedangkan untuk biaya sekolah dan tempat tinggal disediakan oleh Pemkot Liverpool.

Wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) ini menambahkan ketujuh anak tersebut dipilih berdasarkan kualifikasi dan penilaian tertentu. Mereka di Liverpoool akan belajar lebih mandiri.

“Kalau di sini kan masih ada petunjuk-petunjuk, kalau di sana tidak ada sama sekali malahan. Mereka diajarkan mandiri hidup seperti orang kondisi normal,” pungkasnya. (ian/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...