Senin, 22 Juli 2019 22:01

Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa 6 Kios di Pasar Pon

Senin, 17 Juni 2019 15:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa 6 Kios di Pasar Pon
Alat berat saat merobohkan kios-kios di Pasar Pon Trenggalek. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 6 kios yang di Pasar Pon Trenggalek dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Trenggalek dengan menggunakan alat berat, Senin (17/6).

Menurut Kasatpol PP Trenggalek Ulang Setyadi, pembongkaran 6 kios tersebut terpaksa dilakukan karena para pemilik tak mengindahkan surat teguran berkali-kali yang diberikan petugas.

"Seharusnya sudah sejak beberapa waktu yang lalu kami eksekusi ini. Namun karena ada beberapa pertimbangan termasuk pertimbangan dari sisi kemanusian, itu kita beri waktu. Dan hari ini sudah tidak ada toleransi karena kita sudah memberi waktu yang cukup," kata Ulang ketika dikonfirmasi di sela-sela eksekusi pembongkaran 6 kios di Pasar Pon Trenggalek, Senin (17/6).

Menurut Ulang, pembongkaran paksa terhadap kios-kios tersebut merupakan risiko sang pemilik, apalagi bila di dalamnya terdapat beberapa barang berharga yang rusak akibat pembongkaran hari ini.

Ulang menilai para pemilik kios ini tidak memiliki itikad baik untuk membongkar kiosnya sendiri. Padahal beberapa bulan sebelumnya pihaknya dan Dinas Koperindag telah berkali-kali mengingatkan agar para pemilik kios segera pindah dan melakukan pembongkaran secara mandiri.

"Nanti kalau ternyata (ada beberapa barang milik pedagang) ada yang rusak, maka jangan salahkan kami. Karena kami telah memberikan waktu yang cukup untuk melakukan pembongkaran secara mandiri," tegasnya.

Ia menyampaikan telah memberikan tenggat waktu tiga bulan lebih agar para pemilik kios melakukan pembongkaran secara mandiri. Namun faktanya sampai batas waktu yang diberikan, para pemilik tak kunjung membongkar kiosnya.

"Jadi setelah adanya tulisan "kios ini harus dikosongkan" yang dibuat oleh Dinas Koperindag, kami yang ngawal. Setiap hari, pagi, sore, selalu kami peringatkan tapi yang bersangkutan masih seperti ini," sesalnya.

Masih menurut Ulang, pembongkaran 6 kios di pasar pon ditargetkan selesai hari ini. Sementara untuk bangunan kantor BNN yang lokasi cukup dekat dengan Pasar Pon pembongkarannya menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan yang akan menyediakan lahan pengganti di salah satu SD yang letaknya berada di sebelah Timur Pasar Pon.

"Soal bangunan BNN kita menunggu dari Kepala Dinas Pendidikan. Itu menunggu regrouping SD Sumbergedong. Nanti rencananya kantor BNN dipindah ke SD yang regrouping itu," ungkapnya.

Sementara di tempat yang sama Yudi Sunarko Plt Kepala Dinas Koperindag Trenggalek menyampaikan bahwa progres pembangunan Pasar Pon ini adalah prioritas nasional. "Jadi sharing antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten. Pemerintah kabupaten tugasnya menyediakan lahan dan lahan itu harus clear and clean," jelasnya.

Yudi menerangkan sistem pembangunan Pasar Pon multiyears yang akan dikerjakan di tahun 2019 dan tahun 2020. "Jadi nanti di tahun 2019 ini sudah ada kegiatan fisik konstruksi," katanya.

Lebih rinci, ia membeberkan bahwa anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan Pasar Pon mencapai Rp 90 miliar. Namun demikian, anggaran itu sewaktu waktu katanya bisa bertambah, karena syarat pembangunan pasar itu sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat harus memenuhi pembangunan gedung hijau.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Pasar Pon nanti tidak seperti yang pernah dipaparkan di pendopo sekitar tiga tahun yang lalu.

"Untuk arsitektur maupun desain Pasar Pon sekarang masih finalisasi. Nanti kalau sudah fix akan kita publikasi. Yang jelas (bentuk fisik Pasar Pon) tidak seperti yang kita paparkan dulu," ungkapnya.

Sekadar diketahui, 6 kios pasar pon yang dibongkar oleh petugas Satpol PP hari ini terbagi di dua lokasi. Yakni di sebelah Selatan 2 kios, keduanya pedagang arloji dan 4 kios di sebelah Utara yang terdiri dari 2 toko emas, satu apotik, dan satu pedagang pakaian. (man/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...