Ilustrasi
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Tahun ajaran baru 2019/2020, siswa SMA/SMKN tidak akan lagi dikenakan SPP (sumbangan pokok pendidikan). Sedangkan yang sekolah di swasta akan menerima bantuan, kekurangannya baru bisa dipungutkan pada orang tua siswa.
Kepastian SPP gratis ini disampaikan Gubernur Jawa Timur melalui akun Instagramnya @khofifah.ip pada tanggal 13/06/2019. Khofifah berharap kebijakan ini dapat mengurangi angka anak putus sekolah.
BACA JUGA:
- Pelantikan Rektor Unmer 2026-2030, Wali Kota Pasuruan Tekankan Investasi SDM
- Launching Sekolah Prime, Wali Kota Pasuruan Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
- Sekolah Rakyat Pasuruan di Kabupaten Pasuruan, 150 Siswa Rentan Mulai Belajar Berasrama
- Hadiri Pelantikan Rektor Uniwara, Wali Kota Pasuruan Dorong Akselerasi Pendidikan
Kepala Cabang Dinas Propinsi Jawa Timur untuk wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan, Indah Yudiani dikonfirmasi membenarkan program pendidikan SPP SMA/SMK gratis baru diterapkan dibulan Juli nanti. Namun pihaknya hingga detik ini masih belum menerima juknis pelaksanaanya.
"Mohon maaf mas, juknisnya sampai saat ini masih belum turun. Nunggu juknisnya dulu ya. Insyaallah dalam bulan ini sudah turun," balasnya ketika dikonfirmasi via WhatsApp . (par/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




