Selasa, 23 Juli 2019 03:05

Pemkot Mojokerto Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Sabtu, 01 Juni 2019 22:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rochmad Aris
Pemkot Mojokerto Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6). Upacara digelar di halaman Kantor Wali Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145, Kota Mojokerto. Bertindak selaku Inspektur upacara adalah Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria.

Turut serta dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila adalah Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Ketua DPRD Kota Mojokerto, serta segenap jajaran Forkopimda Mojokerto, dan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati. Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto menjadi peserta upacara.

Membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa upacara ini untuk memperingati hari kelahiran Pancasila. "Karena Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutur Wawali.

"Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

"Sebagai negara dan bangsa yang inklusif dan tidak chauvisi, diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun Tamansari Kebudayaan yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat dimana Indonesia dan Pancasila adalah rumah kita semua".

"Untuk itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerja sama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang tidak menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa dengan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur," pungkas wawali. (ris/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...