Demo Tuntut Tambang Ilegal dan Curanmor di Mapolres Bangkalan Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi

Demo Tuntut Tambang Ilegal dan Curanmor di Mapolres Bangkalan Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi Kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Aksi demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (14/1/2026) siang, berakhir ricuh setelah massa bentrok dengan aparat kepolisian.

Koordinator aksi, Rohmatullah Siddik, mengatakan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) dan Paguyuban Pemuda Bangkalan awalnya menyampaikan tuntutan agar kepolisian menindak tegas maraknya tambang ilegal di wilayah Bangkalan.

Menurutnya, dari banyaknya tambang galian C ilegal yang beroperasi, aparat kepolisian baru menindak dua lokasi, yakni di Kecamatan Klampis dan Kecamatan Labang. Sementara tambang di kecamatan lain disebut masih beroperasi tanpa penindakan.

Selain isu tambang ilegal, massa juga menyoroti tingginya angka kriminalitas di Bangkalan, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor dan begal yang dinilai masih sering terjadi.

"Kami datang ke sana baik-baik dan menyuarakan tuntutan tersebut," ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah ban untuk dibakar sebagai bentuk protes. Namun, ban yang sudah dibakar di depan pintu masuk Mapolres Bangkalan dibuang oleh salah satu aparat.

Tindakan tersebut memicu emosi massa hingga terjadi bentrok antara peserta aksi dan anggota kepolisian. 

Kericuhan itu bahkan terekam dalam video yang beredar dari salah satu peserta demonstrasi.

"Ada tindakan represif dari aparat kepolisian serta ada tindakan pemukulan terhadap anggota kami," ungkap Siddik.

Akibat bentrokan tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka. Korban mengalami luka di bagian leher, kelopak mata, serta hidung.

Siddik juga mengklaim salah satu peserta aksi sempat dibawa oleh aparat dan diduga mengalami pengeroyokan.

"Selain pemukulan, ada upaya penculikan terhadap anggota kami oleh aparat. Anggota kami itu diseret ke dalam dan dikeroyok di barisan polisi, untungnya anggota kami berhasil lolos," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo menyatakan pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan anggota kepolisian yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penanganan aksi tersebut.

"Kami tidak bisa melihat satu sisi saja. Nanti ada beberapa orang yang bisa dijadikan saksi dan petunjuk. Semua ada prosesnya. Anggota saya yang melanggar akan saya tindak," ujarnya singkat.