Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri

Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan para tersangka beserta barang bukti. foto: CATUR ANDY/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim gabungan dari Polda Jatim dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan penggerebekan sebuah gudang penyimpanan baby di kawasan Jalan KH. Ma'sum Ahmad, Desa Randegan RT 04 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jum'at (31/5/2019).

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, petugas berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 37.558 ekor baby dalam penggerebekan tersebut. "Ada puluhan ribu baby yang kami amankan. Ada baby jenis mutiara dan jenis pasir," kata Barung, Jum'at (31/5).

Dari penggerebekan ini, polisi juga berhasil mengamankan tujuh tersangka. Yakni, HB (32) asal Jakarta, TS (28) warga Subang, ART (20) warga Ciputat, DAL (24) warga Tasikmalaya, WP (24) warga Subang, MAA (29) warga Lubuk Lingau, dan ES (30) warga Subang. "Tersangkanya ada 7 orang," terangnya.

Barung menjelaskan, penggerebekan gudang penyimpanan (transit) baby ke luar negeri ini didahului informasi dari masyarakat. Dari informasi itulah, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Sebenarnya sudah lama kami pantau pergerakannya," katanya.

Lebih lanjut, Barung mengatakan puluhan ribu Baby Lobster tersebut diperoleh dari beberapa pengepul yang ada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Rencananya, baby itu bakal diselundupkan ke beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Singapore. "Di tempat ini hanya sebagai transit saja sebelum dilempar ke luar negeri," terangnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM I Surabaya Muhlin mengatakan bahwa larangan penangkapan dan atau pengeluaran kepiting, , dan rajungan sudah tertera pada peraturan menteri KKP No. 56 Tahun 2016 larangan. Diketahui jika dihitung, puluhan ribu itu bernilai sekitar Rp 5,4 miliar.

"Yang boleh ditangkap yang tidak bertelur dan bobot di atas 200 gram. Kalau ini tadi kan jelas masih berukuran nol sekian gram, berarti tidak boleh. Kemudian memang dilarang menangkap untuk dibudidaya," pungkas Muhlin. (cat/rev) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Detik-Detik Pencurian Sepeda Motor di Krian Sidoarjo Terekam CCTV, Pelaku Mengenakan Seragam Ojol':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO