Jumat, 23 Agustus 2019 06:15

Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri

Jumat, 31 Mei 2019 21:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan para tersangka beserta barang bukti. foto: CATUR ANDY/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim gabungan dari Polda Jatim dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan penggerebekan sebuah gudang penyimpanan baby lobster di kawasan Jalan KH. Ma'sum Ahmad, Desa Randegan RT 04 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jum'at (31/5/2019).

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, petugas berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 37.558 ekor baby lobster dalam penggerebekan tersebut. "Ada puluhan ribu baby lobster yang kami amankan. Ada baby lobster jenis mutiara dan jenis pasir," kata Barung, Jum'at (31/5).

Dari penggerebekan ini, polisi juga berhasil mengamankan tujuh tersangka. Yakni, HB (32) asal Jakarta, TS (28) warga Subang, ART (20) warga Ciputat, DAL (24) warga Tasikmalaya, WP (24) warga Subang, MAA (29) warga Lubuk Lingau, dan ES (30) warga Subang. "Tersangkanya ada 7 orang," terangnya.

Barung menjelaskan, penggerebekan gudang penyimpanan (transit) baby lobster ke luar negeri ini didahului informasi dari masyarakat. Dari informasi itulah, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Sebenarnya sudah lama kami pantau pergerakannya," katanya.

Lebih lanjut, Barung mengatakan puluhan ribu Baby Lobster tersebut diperoleh dari beberapa pengepul yang ada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Rencananya, baby lobster itu bakal diselundupkan ke beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Singapore. "Di tempat ini hanya sebagai transit saja sebelum dilempar ke luar negeri," terangnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM I Surabaya Muhlin mengatakan bahwa larangan penangkapan dan atau pengeluaran kepiting, lobster, dan rajungan sudah tertera pada peraturan menteri KKP No. 56 Tahun 2016 larangan. Diketahui jika dihitung, puluhan ribu lobster itu bernilai sekitar Rp 5,4 miliar.

"Yang boleh ditangkap lobster yang tidak bertelur dan bobot di atas 200 gram. Kalau ini tadi kan jelas masih berukuran nol sekian gram, berarti tidak boleh. Kemudian memang dilarang menangkap untuk dibudidaya," pungkas Muhlin. (cat/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...