Selasa, 31 Maret 2020 17:33

Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri

Jumat, 31 Mei 2019 21:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Polda Jatim Gerebek Gudang Penyimpanan Baby Lobster, Hendak Dikirim ke Luar Negeri
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan para tersangka beserta barang bukti. foto: CATUR ANDY/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim gabungan dari Polda Jatim dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan penggerebekan sebuah gudang penyimpanan baby lobster di kawasan Jalan KH. Ma'sum Ahmad, Desa Randegan RT 04 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jum'at (31/5/2019).

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, petugas berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 37.558 ekor baby lobster dalam penggerebekan tersebut. "Ada puluhan ribu baby lobster yang kami amankan. Ada baby lobster jenis mutiara dan jenis pasir," kata Barung, Jum'at (31/5).

Dari penggerebekan ini, polisi juga berhasil mengamankan tujuh tersangka. Yakni, HB (32) asal Jakarta, TS (28) warga Subang, ART (20) warga Ciputat, DAL (24) warga Tasikmalaya, WP (24) warga Subang, MAA (29) warga Lubuk Lingau, dan ES (30) warga Subang. "Tersangkanya ada 7 orang," terangnya.

Barung menjelaskan, penggerebekan gudang penyimpanan (transit) baby lobster ke luar negeri ini didahului informasi dari masyarakat. Dari informasi itulah, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Sebenarnya sudah lama kami pantau pergerakannya," katanya.

Lebih lanjut, Barung mengatakan puluhan ribu Baby Lobster tersebut diperoleh dari beberapa pengepul yang ada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Rencananya, baby lobster itu bakal diselundupkan ke beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Singapore. "Di tempat ini hanya sebagai transit saja sebelum dilempar ke luar negeri," terangnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM I Surabaya Muhlin mengatakan bahwa larangan penangkapan dan atau pengeluaran kepiting, lobster, dan rajungan sudah tertera pada peraturan menteri KKP No. 56 Tahun 2016 larangan. Diketahui jika dihitung, puluhan ribu lobster itu bernilai sekitar Rp 5,4 miliar.

"Yang boleh ditangkap lobster yang tidak bertelur dan bobot di atas 200 gram. Kalau ini tadi kan jelas masih berukuran nol sekian gram, berarti tidak boleh. Kemudian memang dilarang menangkap untuk dibudidaya," pungkas Muhlin. (cat/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...