Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau Mapolsek Tambelangan Sampang yang dibakar massa. foto: ist
Berdasarkan hasil rapat yang dilakukan dengan para ulama, pihaknya telah mendapatkan kesepakatan terkait kasus di Mapolsek Tambelangan Sampang untuk tidak berkembang lagi dan tidak menjalar ke wilayah Madura atau ke seluruh Jatim.
Untuk penanganannya, Kapolda Jatim akan melakukan sesuai prosedur dan akan menarik kasus tersebut ke Polda Jatim. Kasus tersebut, saat ini sedang didalami. Pelakunya nanti akan diproses secara hukum yang berlaku.
Ia berharap agar masyarakat Sampang bisa menjaga keguyuban Jatim yang selama ini sudah terjalin baik. “Mudah-mudahan kejadian yang kemarin ini tidak terulang lagi, dan bisa menahan diri dan bisa berkomunikasi, bersilaturahmi apabila ada hal-hal bisa dipecahkan dengan cara silaturahmi atau cangkrukan. Sehingga bisa dipecahkan permasalahan tersebut,” pungkasnya.
Menurutnya, diperkirakan kejadian ini terjadi karena adanya berita hoax yang menginformasikan ada tokoh-tokoh Madura yang ditahan di Jakarta.
“Alhamdulillah di Jakarta, Bu Gubernur sudah dapat masukan di sana (Polda Metro Jaya), masyarakat Jawa Timur tidak ada yang terkena atau terjaring oleh Polda Metro Jaya,” imbuhnya.
Seusai melakukan Silaturahmi, Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya meninjau langsung kondisi Kantor Mapolsek Tambelangan Sampang. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




