Jumat, 19 Juli 2019 16:42

Masjid Namira di Lamongan Jadi Lokasi Favorit untuk Ngabuburit

Rabu, 15 Mei 2019 15:10 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Masjid Namira di Lamongan Jadi Lokasi Favorit untuk Ngabuburit
Suasana Masjid Namira di Joto Sanur Lamongan menjelang sore.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Saat Ramadan, Masjid Namira di Lamongan yang bernuansa Mekkah dan Madinah, setiap hari tak pernah sepi dari kunjungan para jemaah. Pada bulan puasa seperti saat ini, kunjungan para jemaah dari luar Kota Lamongan hingga luar Jawa membludak.

Mulai pukul 16.00 WIB, jemaah luar daerah berdatangan dengan berombongan. Bahkan masyarakat Lamongan juga menjadikan masjid Namira sebagai destinasi wisata baru, selain untuk ngabuburit menunggu saatnya berbuka puasa.

Sebelum tiba adzan Maghrib, para jemaah yang datang lebih awal ada yang mengisi waktu dengan santai duduk di teras dan di dalam masjid. Sebagian lainnya di pelataran yang begitu luas sembari memandangi keindahan suasana dan bangunan mesjid.

Ada juga yang berswafoto dengan latar belakang bangunan mesjid dan persawahan di lingkungan kanan kiri masjid. Tak sedikit jemaah yang mengisi waktu dengan membaca Al-quran dalam masjid.

Jemaah betah dalam masjid, AC gantung raksasa yang tak pernah off menjadikan para jamaah senang bertahan dalam masjid. Karpet tebal, aroma parfum Surati yang diketahui selama ini dipakai di Masjidil Haram selalu menyembul wangi dari karpet yang digelar di atas lantai mesjid.

Suasana akan berubah saat setengah jam menjelang Adzan Maghrib diperdengarkan bacaan ayat suci Al-quran rekaman dari seorang qori' dari Mekkah.

Jemaah yang datang dan konsentrasi di lokasi masjid tak perlu bingung mencari makanan untuk berbuka puasa. Bahkan tidak perlu membawa bekal dari rumah untuk persiapan buat berbuka. Karena berapa pun jumlah jemaah yang datang akan mendapatkan jatah takjil dan makan dari panitia Yayasan Mesjid Namira.

Tidak ada kamus jemaah yang tidak kebagian makanan berbuka. "Kalau ada kurangnya, kami langsung mendatangkan para penjual sego boranan terdekat," ungkap Wakil Ketua Yayasan Mesjid Namira, Ahrian Saifi didampingi Takmir Masjid, Waras Wibisono, Rabu (15/5).

Selama Ramadan tahun ini, jumlah jamaah yang ikut berbuka bersama rata-rata setiap hari 2.000 orang jamaah. Untuk hari libur, seperti Sabtu dan Minggu atau libur tanggal merah bahkan lebih dari 2.000 orang. "Kalau hari libur bisa mencapai 2.250 sampai 2.500 orang jamaah," ungkap Ahrian. (qom/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...