Minggu, 25 Agustus 2019 00:19

Dispendukcapil Gresik Kewalahan Layani Legalisir untuk PPDB

Selasa, 14 Mei 2019 20:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Dispendukcapil Gresik Kewalahan Layani Legalisir untuk PPDB
Wali murid berjubel di Kantor Dispendukcapil untuk keperluan legalisir. foto: ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik kewalahan melayani permintaan pengurusan legalisir dari wali murid yang akan mendaftarkan anak mereka dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Selasa (14/5).

Beberapa di antaranya mengaku antre sejak pagi demi mendapatkan legalisir fotokopi Kartu Keluarga (KK) tersebut. Bahkan, tidak sedikit mereka yang akhirnya pulang karena antrean terlalu panjang.

"Antreanya panjang Mas, wali murid harus menunggu lama minta legalisir," ungkap Dedy Heriyanto salah satu wali murid yang akan mendaftarkan anaknya ke SMPN Manyar ini.

Sementara Ketua PPDB 2019 Dispendik Gresik, Nur Maslichah menyatakan, panjangnya antrean itu terjadi karena masyarakat kurang paham terhadap legalisir KK yang dipersyaratkan. Menurutnya, legalisir cukup di tingkat desa atau kelurahan, tidak perlu sampai ke Dispendukcapil.

"Legalisir itu sebagai bukti menerangkan bahwa siswa yang bersangkutan domisili di situ," katanya.

Untuk itu, lanjut Nur Maslicah, pihaknya telah mendatangi kantor Dispendukcapil untuk memberikan penjelasan kepada wali murid. "Karena wali murid tidak perlu legalisir, cukup membawa fotocopy KK dan KK asli. Selain itu bisa membawa surat keterangan domisili," jelasnya.

Nur Maslicah yang juga Kabid Pendidikan Dasar ini juga mengaku telah menambahkan informasi di laman gresik.siap-ppdb.com terkait pemberitahuan tersebut. 

Sementara Kepala Dispendukcapil Khusaini, membenarkan sejak Senin (13/4), kantornya dipenuhi wali murid untuk mendapatkan legalisir. "Ternyata ada kesalahpahaman, wali murid ke sini karena mereka mengira baik KK maupun surat domisili harus dilegalisir. Padahal cukup menyerahkan fotokopi KK atau surat domisili yang dilegalisir oleh lurah atau kepala desa," paparnya.

Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoriul Huda mengaku sebelumnya telah mengingatkan Dispendik agar PPDB dipermudah. "Jauh hari kami sudah mengingatkan Dispendik agar tidak mempersulit PPDB," katanya. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...