Sabtu, 31 Oktober 2020 04:56

Kuasa Hukum: Ada Tarikan Uang dari Rekening Mucikari Vanessa Angel ke Pejabat Polda Jatim

Senin, 29 April 2019 22:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Kuasa Hukum: Ada Tarikan Uang dari Rekening Mucikari Vanessa Angel ke Pejabat Polda Jatim
Kuasa hukum Vanessa Angel, M. Milano (kiri) saat memberikan keterangan usai sidang.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kuasa hukum Vanessa Angel, M. Milano menyebut adanya indikasi rekayasa dalam perkara yang menjerat kliennya tersebut.

Ada beberapa hal yang disebut Milano sebagai bukti adanya rekayasa kasus ini, yakni adanya bukti transferan Rp 80 Juta dari Herlambang Hasea (HH) ke rekening mucikari Tentri Novanta. Di mana, Herlambang Haesa ini disebut Milano sebagai anggota Cyber Kriminal Khusus Polda Jatim.

Hal itu diungkapkan Milano dalam sidang yang digelar secara tertutup dan berlangsung cukup singkat di PN Surabaya, Senin (29/4). Dalam sidang itu, Milano menanyakan tentang siapa Rian yang mem-booking Vanessa untuk kegiatan prostitusi online tersebut.

Sebab, Milano menuding bahwa transferan Rp 80 juta yang masuk ke rekening mucikari Tentri merupakan kiriman dari oknum polisi berinisial HH, bukan dari Rian Subroto sebagaimana selama ini diberitakan sebagai penyewa Vanessa. Untuk itu, ia menyebut bahwa kasus ini merupakan rekayasa.

"Hakim tadi juga akan memanggil paksa Rian untuk dijadikan saksi," kata Milano usai persidangan.

Kendati demikian, Milano tetap mempertanyakan apakah sidang bisa dilanjutkan atau tidak, mengingat kuasa hukum Vanessa Angel ini menuding bahwa kasus ini ada permainan Polda Jatim.

"Kami menemukan fakta baru, jika yang mentransfer uang 80 juta untuk membayar Vanessa adalah oknum polisi dari Polda Jatim," ujarnya.

Kejanggalan lain, kata Milano, adalah setelah adanya penyitaan rekening yang dilakukan polisi, namun masih ada tranksaksi lagi. Uang yang ada dalam rekening tersebut malah ditarik keluar dan salah satunya transferan masuk ke rekening pejabat Polda Jawa Timur.

"Jadi ini benar-benar parah. Kalau rekening tersebut sudah disita mestinya tidak ada lagi tranksaksi karena sudah menjadi barang bukti," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan pihak-pihak terkait ke Propam Mabes Polri. "Karena indikasi rekayasa," ujarnya.

Milano menegaskan bahwa sesuai Perkab Kapolri, sudah jelas bahwa undercover itu hanya untuk terorisme dan narkotika, tidak boleh untuk kasus asusila. "Kalau asusila harus dibawa ke dinsos, didata lalu selesai," tambahnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera tidak bersedia berkomentar terkait hal ini. "Tanyakan JPU, pengacara, dan hakim. Sudah saya bilang ini wilayah peradilan," ujarnya. (ana/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...