Selasa, 18 Juni 2019 06:22

Peringati Hari Jadi 1215, Pemkab Kediri Gelar Agro Expo 2019

Senin, 29 April 2019 18:05 WIB
Editor: .
Wartawan: Arif Kurniawan
Peringati Hari Jadi 1215, Pemkab Kediri Gelar Agro Expo 2019
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno saat melihat tanaman hias dalam Kediri Lagi Agro Expo 2019 di kawasan Simpang Lima Gumul Kediri.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1215, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri menggelar acara Kediri Lagi Agro Expo 2019. Acara tersebut berlangsung selama 4 hari, mulai 26-29 April 2019 di area terminal Simpang Lima Gumul.

Agro Expo tahun ini dimeriahkan dengan beberapa acara, yaitu kontes dan bursa Bonsai, Aglonema dan Anggrek. Selain itu ada pula pameran produk tanaman organik mulai holtikultura, beras organik dan moringa expo.

Bagi para pecinta kopi patut bergembira karena pada acara ini juga disuguhkan secara gratis uji coba kopi dan minum kopi yang telah disediakan. Kopi-kopi tersebut asli produksi dari Kabupaten Kediri yang berasal dari lereng Gunung wilis, Lereng Kelud, dan Anjasmoro yang memiliki cita rasa yang berbeda.

“Kediri Lagi Agro Expo 2019 adalah sebuah proses untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kab. Kediri punya potensi di bidang holtikultura khususnya floriculture,” terang Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo, SP saat membacakan laporan.

Pada acara ini pula dipamerkan produk pertanian organik dan perkebunan. Kenapa Perkebunan? Karena Kab. Kediri memiliki potensi kopi yang berada di lereng-lereng gunung seperti robusta, arabika, dan excelsa liberika.

“Saya berharap melalui event yang kita gelar dalam beberapa hari ini, bisa mengenalkan kepada semua lapisan masyarakat bahwa Kab. Kediri punya banyak sekali potensi yang layak kita gali. Dengan semakin dikenalnya Kediri sebagai sejuta potensi akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Anang.

Acara tersebut dihadiri oleh Zudan Arif Fakrulloh sebagai Ketua Rubi (Rumah Bonsai Nasional), yang juga Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Dalam sambutannya mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman yang luar biasa termasuk di Kabupaten Kediri.

“Saya mengajak seluruh PNS, brandingkan kediri dengan cara promosi secara gencar dengan cara apapun. Jika anggaran terbatas kita bisa menggunakan media sosial. Kalau tiap hari semua menggunakan medsos untuk promosi unggulan daerah, pasti Kab. Kediri akan cepat dikenal,” katanya.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Bupati Kediri beserta jajarannya yang sudah menyelenggarakan pameran Agro Kediri Lagi. Ini forum yang bagus untuk membangkitkan ekonomi rakyat berbasis dunia pertanian dan perkebunan dengan produk-produk yang bisa dikembangkan dengan baik sebagai branding baru Kediri,” terangnya.

Dibuka oleh Sekda Dede Sujana, dalam sambutannya menyampaikan, pembangunan pertanian secara umum bertujuan mendorong berkembangnya agrobisnis untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas tananaman yang berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Selain itu juga mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat perekonomian wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.

Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat mendukung pembangunan dan perekonomian. Sebab itu pemerintah Kabupaten Kediri sangat mendukung upaya upaya yang dapat mendukungnya demi peningkatan produksi dan produktivitas tanaman serta pemasarannya baik tanaman pangan maupun hortikultura.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno berkesempatan mengunjungi acara agro expo tersebut. Ia berkeliling melihat dan kagum dengan keindahan bunga anggrek dan aglonema serta bonsai yang begitu menawan.

“Setahun akan kita laksanakan acara seperti ini dua kali. Karena melihat animo masyarakat yang sangat besar. Juga Kabupaten Kediri supaya bisa dikenal sebagai salah satu pembudidaya tanaman hias,” kata Bupati.

Peserta Kontes bonsai secara nasional ada 305 peserta, aglonema ada 100 peserta dari Jatim, Exibishi anggrek sebanyak 15 kelompok se-Jawa Timur. Untuk pelatihan ada pelatihan budidaya tanaman hias anggrek, bonsai dan aglonema.

Digelar pula pelatihan roasting, grinding kopi yang tujuannya agar Kabupaten Kediri punya industri kopi yang berstandar dan menarik. Ada pula pelatihan budidaya kelor organik karena memiliki kandungan gizi yang lengkap. (rif/adv/kominfo)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...