Rabu, 22 Mei 2019 18:45

Tafsir Al-Isra’ 36: Qa’if, Tes DNA ala Jahiliah

Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra’ 36: Qa’if, Tes DNA ala Jahiliah
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

TAFSIR AKTUAL

“Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilm”. Jangan asal berkomentar, jangan sok tahu, risikonya di akhirat nanti, pasti dituntut bertanggungjawab. Kata “taqfu” pada ayat ini terkait dengan profesi “Qa’if” zaman jahiliah dulu dan dilestarikan pula pada era kenabian.

Qa’if adalah wong pinter, ahli melacak nasab seorang anak kepada ayah genetiknya. Caranya, mengambil kesamaan bentuk fisik tumit, telapak kaki, betis, dan sekitarnya antara bayi dengan calon ayah yang akan ditentukan. Dulu, nikah jaman jahiliah itu banyak ragam dan dimaklumi.

Salah satunya nikah model pelacuran, seorang gadis berhubungan seksual dengan banyak pemuda. Ketika melahirkan anak, maka si cewek berhak menunjuk pemuda mana yang disukai. Jika pemuda yang ditunjuk menolak, maka qa’if sebagai penentu. Semua laki-laki yang pernah menanam air mani dikumpulkan.

Lalu sang qa’if mulai bekerja dengan meneliti tumit para lelaki tersebut, satu per satu. Hanya satu yang punya gent sama, maka pemuda itu adalah ayahnya. Menurut sejarah, tingkat akurasi kebenarannya hampir bisa dibilang seratus persen. Hebat, melebihi tes DNA sekarang.

Ayat kaji ini lebih memotret pada kasak-kusuk masyarakat Madinah soal fisikly Usamah bin Zaid bin Haritsah. Usamah, cucu angkat Nabi ini pemuda cerdas nan tangkas berkulit hitam pekat. Sementara ayahnya, Zaid (anak angkat Nabi), seorang laki-laki ganteng berkulit putih. Dalam kitab disebutkan putih kulitnya lembut kayak kapas.

Kasak kusuk dan gunjingan mengarah kepada nasab, apa benar si Usamah anak asli si Zaid ini ditegur Tuhan dengan ayat kaji ini. Jangan kebablasan, karena di akhirat nanti dimintai pertanggungjawaban. Soal warna kulit Usamah, itu bisa jadi karena ibunya wanita kulit hitam.

Peristiwa serupa juga pernah dialami seorang laki-laki yang mendatangi Nabi dengan rasa gundah, karena istrinya melahirkan anak dengan warna kulit beda dengan dirinya.

Nabi mengajukan pertanyaan: kamu punya unta?.

Lelaki itu menjawab: Ya, Ya Rasulallah.

Nabi: Apakah anak-anak untamu itu sama dengan induknya?.

Lelaki: Tidak.

Nabi:.. itulah titisan. Artinya, meniru gen pendahulunya. Bisa kakek, nenek, buyut, saudara kakek, paman, bibi jauh, dan lain-lain.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...