Minggu, 25 Agustus 2019 00:11

TB Care Desak Pemkot Mojokerto Terbitkan Perda TBC

Senin, 15 April 2019 22:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
TB Care Desak Pemkot Mojokerto Terbitkan Perda TBC
Para pengurus TB care Aisyiyah usai bertatap muka dengan anggota DPRD Kota Mojokerto. Membahas soal peningkatan jumlah penderita TBC. Foto: YUDI/BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Desakan penerbitan regulasi Tubercolosis (TBC) di Kota Mojokerto menguat. Ini menyusul melejitnya penderita penyakit akibat virus mematikan tersebut.

Desakan penerbitan aturan daerah tersebut salah satunya disampaikan organisasi masyarakat TB Care Aisyiyah. Organisasi di Kota Mojokerto mendorong Pemkot Mojokerto agar segera menerbitkan regulasi penanggulangan TBC dalam bentuk peraturan Walikota (perwali). Regulasi ini dianggap sangat penting mengingat penyebaran TBC dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir cukup tinggi dan sudah merambah pada anak-anak.

Data TB care menyebut jumlah warga Kota Mojokerto yang terdeteksi terkena TBC mencapai 391 orang, 75 di antaranya adalah anak-anak. Menurut Tatik Lutfiati, Kepala SSR TB-HIV Aisyiyah Kota Mojokerto, pihaknya akan selalu mendorong pemda untuk menerbitkan regulasi penanggulangan TBC.

“Kita sudah rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan bersama CSO dan Ormas terkait kebijakan penanggulangan TBC. Insya Allah bulan ini, regulasinya akan mulai diajukan oleh Dinkes,” ungkap Tatik, Senin (15/4).

Tatik juga mengungkapkan, ada beberapa poin penting yang diusulkan agar masuk dalam perwali tersebut, diantaranya mengatasi masalah kawasan kumuh, program gentengisasi, sanksi bagi suspect TBC yang tidak mau diperiksa juga penguatan bagi tenaga pendamping minum obat (PMO).

Di sisi lain, dr Esti Hermawati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengatakan, penanggulangan TBC di Kota Mojokerto memang menjadi atensi pemda, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

“Kita sudah menggelar screening TBC di kalangan ASN, sekolah, pondok pesantren dan beberapa tempat yang kawasan endemik,” ungkapnya.

Terkait rencana penerbitan regulasi TBC di Kota Mojokerto, kata dr Esti, dalam bulan April ini draft Peraturan Walikota (Perwali) penanggulangan TBC akan diusulkan. “Bulan ini akan kita usulkan draftnya, kemudian akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya. (yep/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...