Jumat, 23 Agustus 2019 17:03

Pasien Leptospirosis di Pacitan Diperbolehkan Pulang oleh RSUD, Meski Lambung Masih Sakit dan Muntah

Senin, 08 April 2019 16:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pasien Leptospirosis di Pacitan Diperbolehkan Pulang oleh RSUD, Meski Lambung Masih Sakit dan Muntah
Suharno, anak Sarinem yang menderita leptospirosis saat ditemui wartawan. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pasien leptospirosis atas nama Sarinem warga Dusun Sumberejo Desa Ngile Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, sudah diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD. Berdasarakan keterangan dari Suharno, anak dari Sarinem, ibunya diperbolehkan pulang lantaran kondisinya sudah membaik.

Namun menurut Suharno, kondisi ibunya belum sepenuhnya pulih. Sehingga pihak keluarga akhirnya berinisiatif melanjutkan rawat inap di sebuah klinik swasta di Pacitan.

"Pihak rumah sakit menyatakan kalau ibu saya (Sarinem, Red) sudah membaik. Kondisi ginjal dan liver sudah tidak ada masalah, dan diperbolehkan pulang. Tapi keadaan lambungnya masih sakit dan sering muntah-muntah. Karena takut ada sesuatu, kami berinisiatif melakukan rawat inap di salah satu klinik swasta," ujar Suharno, Senin (8/4), seraya menjelaskan bahwa ibunya sebelumnya menjalani rawat inap di RSUD menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Suharno mengaku saat ini hanya bisa pasrah. Ia mengatakan tak berani membantah lantaran RSUD sudah menyatakan sembuh dan boleh dibawa pulang. "Kalau saya ngeyel, nanti takutnya berimbas pada pelayanan dan pengobatan. Sebab kami ini kan orang awam, nggak tahu soal medis dan pengobatan. Akhirnya ya kami bawa keluar dari rumah sakit, dan pindah ke klinik swasta," tuturnya.

Selain Sarinem, juga masih ada dua pasien dari Tulakan yang juga menderita leptospirosis. Akan tetapi, keduanya saat ini masih menjalani rawat inap di RSUD. "Masih ada dua pasien lain yang saat ini belum pulang," cerita Suharno kepada wartawan.

Terkait hal ini, Wawan Kasiyanto, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pacitan mengimbau agar Sarinem menjalani perawatan di Puskesmas dengan memanfaatkan fasilitas KIS. "Sebaiknya ke puskesmas saja. Nanti kalau dirasa masih perlu penanganan, kan bisa dirujuk kembali ke RSUD. Kalau di klinik swasta tetap bayar, nggak berlaku kepesertaan KIS," ujarnya di tempat terpisah.

Wawan juga mengakui, kalau Dinkes tidak bisa mengintervensi RSUD. Sebab organisasi RSUD terpisah dengan Dinkes. "Kalau di puskesmas kami masih ada jalur secara hierarki. Tapi kalau RSUD memang tidak bisa intervensi," tandasnya. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...