Jumat, 23 Agustus 2019 17:07

Dinsos Pacitan: Tukiyem Bukanlah Peserta PKH

Senin, 01 April 2019 10:51 WIB
Editor: Aburrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dinsos Pacitan: Tukiyem Bukanlah Peserta PKH
Bukti KIS Tukiyem.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Muzazamah, menegaskan bahwa Tukiyem warga Kelurahan Pacitan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, bukanlah peserta program keluarga harapan (PKH). Hal itu merunut hasil klarifikasi dua pendamping PKH yang ia terjunkan pada Minggu (31/3) sore kemarin. 

"Jadi setelah kami lakukan kroscek lapangan dengan melibatkan dua pendamping, ternyata yang bersangkutan (Tukiyem, Red) tidak masuk sebagai peserta PKH," kata Muza, begitu pejabat eselon III b ini karib disapa, Senin (1/4).

Sekalipun bukan sebagai peserta PKH, namun Muzazamah memastikan Tukiyem dan seluruh anggota keluarganya sudah masuk dalam kepesertaan kartu Indonesia sehat (KIS). 

"Begitu pun dengan dua orang anaknya yang masih sekolah, sudah masuk dalam Program Indonesia pintar (PIP). Sehingga program apalagi yang bisa kita berikan? Sebab semua program di daerah sudah dimiliki, kecuali PKH yang memang tidak masuk," jelasnya.

Pejabat yang lama bertugas di Sekretariat DPRD ini mengungkapkan, bahwa Dinsos tak memiliki kewenangan untuk menentukan seseorang masuk dalam PKH. Menurut ia, program itu langsung ditangani Kemensos. 

"Kami (Dinsos) hanya sebagai pengguna data hasil dari data basis terpadu tahun 2015. Apalagi kita juga pernah mengusulkan beberapa warga di pelosok desa yang mungkin memenuhi syarat. Namun kenyataannya, usulan kami itu mental tanpa ada keterangan," tandasnya.

Sementara itu, Tukiyem membenarkan kalau ia dan keluarganya masuk dalam kepesertaan KIS dan dua anaknya merupakan pemegang Kartu Indonesia pintar. Hanya saja ia masih belum memahami kalau dirinya tak bisa masuk sebagai peserta PKH. 

"Yang saya tahu, dulu pernah dapat bantuan tunai, tapi sekarang kok tidak. Soal program PKH saya nggak tahu, sebab selama ini nggak pernah ada sosialisasi. Saya dapat (kartu) dari kantor Pos. Dan dipesan sama petugas kelurahan saat itu kalau kartu tersebut agar disimpan jangan sampai hilang," tuturnya polos.

Tukiyem juga mengakui, tidak memahami apa itu PKH dan mengapa dirinya tak masuk sebagai peserta. "Tahu saya setelah presiden ganti Pak Jokowi, saya sudah tidak dapat lagi bantuan tunai," celetuknya. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...