AKBP MB. Pranatal Hutajulu Kapolres Ngawi menunjukkan barang bukti yang telah diamankan.
Sedangkan, dari kasus pembunuhan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti sebilah sabit/celurit dari rumah Wkd saat dilakukan penggerebekan. Sayangnya, saat hendak disergap, saat itu Wkd sudah kabur terlebih dahulu menghindari kejaran polisi.
AKBP MB. Pranatal pun mengungkapkan, celurit yang ditemukan di rumah Wkd sesaat setelah kejadian kondisinya masih basah. “Dimungkinkan sekali baru saja di cuci setelah digunakan untuk membacok,” terangnya.
Dari informasi sementara, ditengarai motif pembunuhan itu karena hubungan asmara antara terduga pelaku dengan korban. Namun, petugas masih akan mengorek indikasi itu.
"Saat ini yang terpenting kami melalui Unit PPA Polres Ngawi memulihkan kondisi psikis/mental Ari anak sulung korban," pungkasnya.
Sekadar informasi, pembunuhan tragis terjadi di Dusun Jatisari, Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi sekitar pukul 11.12 WIB, Senin (25/03). Susanti (30) ibu dua anak, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka bacok. Sedangkan dua anak korban juga ditemukan terbaring di samping, juga dengan luka bacok. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




