Kamis, 14 November 2019 19:13

Kualitas Masih Setara KW, Cafe di Pasuruan Sulit Sediakan Kopi Produksi Petani Lokal

Selasa, 26 Maret 2019 21:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Kualitas Masih Setara KW, Cafe di Pasuruan Sulit Sediakan Kopi Produksi Petani Lokal
Pelatihan barista di Pasuruan. foto: AHMAD FUAD/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 60 komunitas pemilik kedai dan cafe di kawasan Pandaan, Sukorejo, dan Purwosari mengaku tidak menjual kopi produksi petani kopi Kabupaten Pasuruan. Mereka justru menemukan bahan baku tersebut ketika berburu kopi di luar Kabupaten Pasuruan.

Hal serupa terjadi pada sejumlah resto dan hotel yang tidak menyajikan menu kopi produksi petani Pasuruan. Mereka lebih memilih kopi instan atau kopi yang berasal dari luar pulau.

Yandra, seorang pemilik kedai kopi di Pandaan, mengaku tidak menyediakan kopi Pasuruan karena sulitnya mendapatkan bahan baku yang bercita rasa. Kopi kualitas super justru didapatkannya ketika ia berburu biji kopi di daerah lain.

“Kedai kopi kami tidak kebagian kopi super produksi petani Pasuruan. Kami seolah-olah tidak bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri karena tidak menyajikan kopi Pasuruan,” kata Yandra pada pelatihan barista dan sensori, Cofferasi di Pandaan.

Menurutnya, bahan baku kopi yang tersedia di Kabupaten Pasuruan hanya berkualitas KW. Sehingga tidak cukup layak disajikan di kedai kopinya.

Edy Nurhadi, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, tak menampik adanya keluhan dari para penyedia jasa kedai kopi yang kesulitan mendapatkan bahan baku kopi berkualitas. Pada beberapa tahun lalu, pihaknya juga telah memberikan imbauan agar penyedia jasa kuliner dari warung kopi, resto, hingga perhotelan untuk menyajikan menu minuman kopi produksi petani Pasuruan.

“Kami menginginkan agar kedai-kedai kopi, cafe, dan resto menyediakan kopi Pasuruan yang bercita rasa tinggi. Sehingga para penikmat kopi tidak perlu ngopi jauh-jauh ke luar kota,” kata Edi.

Menurutnya, adanya keluhan tidak adanya bahan baku kopi di Pasuruan akan menjadi bahan evaluasi atas misskomunikasi antara petani dan stakeholder. Karena dari delapan kecamatan penghasil kopi, seharusnya bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kedai-kedai kopi di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi berharap pelatihan ini bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan petani kopi dan pemilik kedai kopi. Sehingga persoalan ketersediaan pasokan bahan baku yang selama ini menjadi kendala bagi pemilik kedai kopi maupun resto, bisa teratasi.

"Peran pemerintah seharusnya dilakukan secara terpadu untuk mendongkrak perkopian dari hulu hingga hilir. Para petani harus diberikan pendampingan sejak pemilihan varietas unggul bibit kopi, perawatan tanaman, dan pasca panen. Setelah itu dibantu dalam pemasaran dan branding serta analisa usaha produk kopi petani. Dukungan infrastruktur, jalan usaha tani, unit pengolahan hasil (UPH) juga tidak bisa di kesampingkan,” kata Andri. (afa/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...