Senin, 22 April 2019 03:58

Klub Motor MACI Ajak Masyarakat Turut Peduli dengan Konservasi Penyu di Pantai Kili Kili

Sabtu, 23 Maret 2019 23:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Klub Motor MACI Ajak Masyarakat Turut Peduli dengan Konservasi Penyu di Pantai Kili Kili
Para bikers yang tergabung dalam Klub MACI saat memunguti sampah di Pantai Kili Kili Trenggalek. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Para penggemar motor gede yang tergabung dalam MACI (Motor Antique Club Indonesia) Kabupaten Trenggalek ikut ambil bagian dalam upaya konservasi terhadap lingkungan bersama Wakil Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin. Kegiatan itu dilaksanakan di Pantai Kili Kili Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (23/3).

Ganif Tanto Adi, salah satu anggota MACI mengatakan, keikutsertaannya dalam konservasi terhadap lingkungan karena pada dasarnya sebagian besar anggota MACI juga tergabung dalam Kompi Huko (Komunitas Peduli Hutan Kota) yang memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan.

"Alasan kami turut serta dalam kegiatan konservasi ini karena sebagian besar dari kami ini adalah orang-orang Kompi Huko yang memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan," ungkapnya.

Upaya pelestarian dilakukan dengan membersihkan pantai Kili Kili. Berbagai komunitas motor, termasuk MACI, turut serta memunguti sampah yang berserakan di bibir pantai. Selain bersih-bersih sampah, pihaknya juga menaruh perhatian serius terhadap konservasi penyu yang berada di pantai tersebut. Di Pantai Kili Kili memang terdapat sarang atau tempat bertelurnya para penyu. Untuk itulah, pihaknya berkomitmen untuk menjaga biota laut ini.

"Di sini ini tempat bertelurnya para penyu, untuk itu saya sangat berharap, mari kita semua menjaga kelestarian alam ini," pintanya.

Menurut Ganif, tidak semua pantai dijadikan sarang bertelur bagi biota laut seperti penyu. Untuk itu, keberadaan sarang penyu seperti di pantai Kili Kili merupakan sesuatu yang langka dan sulit ditemukan.

Ia pun meminta pada aparat penegak hukum, agar menindak tegas apabila ada pihak-pihak yang berusaha merusak ekosistem biota laut seperti penyu ini. (man/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...