Jumat, 23 Agustus 2019 06:14

Klub Motor MACI Ajak Masyarakat Turut Peduli dengan Konservasi Penyu di Pantai Kili Kili

Sabtu, 23 Maret 2019 23:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Klub Motor MACI Ajak Masyarakat Turut Peduli dengan Konservasi Penyu di Pantai Kili Kili
Para bikers yang tergabung dalam Klub MACI saat memunguti sampah di Pantai Kili Kili Trenggalek. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Para penggemar motor gede yang tergabung dalam MACI (Motor Antique Club Indonesia) Kabupaten Trenggalek ikut ambil bagian dalam upaya konservasi terhadap lingkungan bersama Wakil Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin. Kegiatan itu dilaksanakan di Pantai Kili Kili Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (23/3).

Ganif Tanto Adi, salah satu anggota MACI mengatakan, keikutsertaannya dalam konservasi terhadap lingkungan karena pada dasarnya sebagian besar anggota MACI juga tergabung dalam Kompi Huko (Komunitas Peduli Hutan Kota) yang memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan.

"Alasan kami turut serta dalam kegiatan konservasi ini karena sebagian besar dari kami ini adalah orang-orang Kompi Huko yang memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan," ungkapnya.

Upaya pelestarian dilakukan dengan membersihkan pantai Kili Kili. Berbagai komunitas motor, termasuk MACI, turut serta memunguti sampah yang berserakan di bibir pantai. Selain bersih-bersih sampah, pihaknya juga menaruh perhatian serius terhadap konservasi penyu yang berada di pantai tersebut. Di Pantai Kili Kili memang terdapat sarang atau tempat bertelurnya para penyu. Untuk itulah, pihaknya berkomitmen untuk menjaga biota laut ini.

"Di sini ini tempat bertelurnya para penyu, untuk itu saya sangat berharap, mari kita semua menjaga kelestarian alam ini," pintanya.

Menurut Ganif, tidak semua pantai dijadikan sarang bertelur bagi biota laut seperti penyu. Untuk itu, keberadaan sarang penyu seperti di pantai Kili Kili merupakan sesuatu yang langka dan sulit ditemukan.

Ia pun meminta pada aparat penegak hukum, agar menindak tegas apabila ada pihak-pihak yang berusaha merusak ekosistem biota laut seperti penyu ini. (man/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...