Sabtu, 21 September 2019 14:46

Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama

Kamis, 14 Maret 2019 19:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ganda Siswanto
Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir.

BANYUWANG, BANGSAONLINE.com - Kurangnya ketersediaan alat safety kebakaran di areal perhotelan, supermaket, mal, minimarket dan perkantoran di Kabupaten Banyuwangi menjadi problem besar bagi tim penjinak api.

Dikarenakan sosialisasi dan imbauan untuk melengkapi alat safety kebakaran tidak sama sekali diperhatikan oleh para pemilik tempat yang bersangkutan. Malahan, para pemilik acuh terhadap imbauan dari tim pemadam kebakaran (Damkar) Banyuwangi tersebut.

Saat dikonfirmasi di kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Banyuwangi terkait permasalahan ini, Kamis (14/3/2019), Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir menerangkan bahwa setelah dikroscek di tempat-tempat itu, safety alat pemadam kebakarannya kurang lengkap.

"Seperti alat pemadam api berat (APAB), hydrant, dan sprinkler semuanya belum ada. Alat pemadam yang kami temukan hanya alat pemadam api ringan (APAR). Itu saja jumlahnya sangat minim sekali. Malahan ada yang kami temukan APAR-nya tidak ada isinya sama sekali alias kosong," ungkapnya.

Padahal, Sulton menegaskan bahwa peralatan tersebut sangat penting sekali untuk pertolongan pertama apabila diketahui ada kebakaran. Dan menjadi alat pertama sebelum tim damkar datang di lokasi kejadian.

Dalam pantauan tim penjinak api, tempat yang lengkap safetynya hanya hotel-hotel yang baru saja berdiri. Gedungnya sudah dilengkapi alat sprinkler di setiap atapnya. Dan di lorong jalan kamar juga ada APAR dan APAB.

"Kami bersama tim mulai tahun 2018 lalu selalu memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pemilik gedung-gedung yang lama, supaya cepat melengkapi ketersedian alat seperti hydrant dan sprinkler yang berguna untuk mengatisipasi terjadinya kebakaran," terang Sulton.

Selain itu, pihaknya akan mengusulkan di setiap pasar tradisional juga harus ada hydrant. Agar saat kebakaran biar lebih cepat penanganannya. Juga pembuatan site plan wilayah rawan kebakaran supaya lebih mudah memantau dan mempelajari titik mana saja yang wajib diperhatiakan oleh tim Damkar Banyuwangi.

"Kami juga masih mengajukan kepada pimpinan untuk meminta penambahan personel dan penambahan pos pembantu. Sekarang ini pos pembantu hanya ada dua pos di wilayah Kecamatan Gambiran dan pos Kecamatan Genteng," pungkasnya. (gda/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...