Jumat, 15 November 2019 16:43

Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama

Kamis, 14 Maret 2019 19:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ganda Siswanto
Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir.

BANYUWANG, BANGSAONLINE.com - Kurangnya ketersediaan alat safety kebakaran di areal perhotelan, supermaket, mal, minimarket dan perkantoran di Kabupaten Banyuwangi menjadi problem besar bagi tim penjinak api.

Dikarenakan sosialisasi dan imbauan untuk melengkapi alat safety kebakaran tidak sama sekali diperhatikan oleh para pemilik tempat yang bersangkutan. Malahan, para pemilik acuh terhadap imbauan dari tim pemadam kebakaran (Damkar) Banyuwangi tersebut.

Saat dikonfirmasi di kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Banyuwangi terkait permasalahan ini, Kamis (14/3/2019), Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir menerangkan bahwa setelah dikroscek di tempat-tempat itu, safety alat pemadam kebakarannya kurang lengkap.

"Seperti alat pemadam api berat (APAB), hydrant, dan sprinkler semuanya belum ada. Alat pemadam yang kami temukan hanya alat pemadam api ringan (APAR). Itu saja jumlahnya sangat minim sekali. Malahan ada yang kami temukan APAR-nya tidak ada isinya sama sekali alias kosong," ungkapnya.

Padahal, Sulton menegaskan bahwa peralatan tersebut sangat penting sekali untuk pertolongan pertama apabila diketahui ada kebakaran. Dan menjadi alat pertama sebelum tim damkar datang di lokasi kejadian.

Dalam pantauan tim penjinak api, tempat yang lengkap safetynya hanya hotel-hotel yang baru saja berdiri. Gedungnya sudah dilengkapi alat sprinkler di setiap atapnya. Dan di lorong jalan kamar juga ada APAR dan APAB.

"Kami bersama tim mulai tahun 2018 lalu selalu memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pemilik gedung-gedung yang lama, supaya cepat melengkapi ketersedian alat seperti hydrant dan sprinkler yang berguna untuk mengatisipasi terjadinya kebakaran," terang Sulton.

Selain itu, pihaknya akan mengusulkan di setiap pasar tradisional juga harus ada hydrant. Agar saat kebakaran biar lebih cepat penanganannya. Juga pembuatan site plan wilayah rawan kebakaran supaya lebih mudah memantau dan mempelajari titik mana saja yang wajib diperhatiakan oleh tim Damkar Banyuwangi.

"Kami juga masih mengajukan kepada pimpinan untuk meminta penambahan personel dan penambahan pos pembantu. Sekarang ini pos pembantu hanya ada dua pos di wilayah Kecamatan Gambiran dan pos Kecamatan Genteng," pungkasnya. (gda/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...