Rabu, 05 Agustus 2020 14:09

Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama

Kamis, 14 Maret 2019 19:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ganda Siswanto
Damkar Banyuwangi: Lengkapi Alat Safety Kebakaran di Gedung-gedung Lama
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir.

BANYUWANG, BANGSAONLINE.com - Kurangnya ketersediaan alat safety kebakaran di areal perhotelan, supermaket, mal, minimarket dan perkantoran di Kabupaten Banyuwangi menjadi problem besar bagi tim penjinak api.

Dikarenakan sosialisasi dan imbauan untuk melengkapi alat safety kebakaran tidak sama sekali diperhatikan oleh para pemilik tempat yang bersangkutan. Malahan, para pemilik acuh terhadap imbauan dari tim pemadam kebakaran (Damkar) Banyuwangi tersebut.

Saat dikonfirmasi di kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Banyuwangi terkait permasalahan ini, Kamis (14/3/2019), Kepala Bidang (Kabid) Damkar Banyuwangi Sultoni Munir menerangkan bahwa setelah dikroscek di tempat-tempat itu, safety alat pemadam kebakarannya kurang lengkap.

"Seperti alat pemadam api berat (APAB), hydrant, dan sprinkler semuanya belum ada. Alat pemadam yang kami temukan hanya alat pemadam api ringan (APAR). Itu saja jumlahnya sangat minim sekali. Malahan ada yang kami temukan APAR-nya tidak ada isinya sama sekali alias kosong," ungkapnya.

Padahal, Sulton menegaskan bahwa peralatan tersebut sangat penting sekali untuk pertolongan pertama apabila diketahui ada kebakaran. Dan menjadi alat pertama sebelum tim damkar datang di lokasi kejadian.

Dalam pantauan tim penjinak api, tempat yang lengkap safetynya hanya hotel-hotel yang baru saja berdiri. Gedungnya sudah dilengkapi alat sprinkler di setiap atapnya. Dan di lorong jalan kamar juga ada APAR dan APAB.

"Kami bersama tim mulai tahun 2018 lalu selalu memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pemilik gedung-gedung yang lama, supaya cepat melengkapi ketersedian alat seperti hydrant dan sprinkler yang berguna untuk mengatisipasi terjadinya kebakaran," terang Sulton.

Selain itu, pihaknya akan mengusulkan di setiap pasar tradisional juga harus ada hydrant. Agar saat kebakaran biar lebih cepat penanganannya. Juga pembuatan site plan wilayah rawan kebakaran supaya lebih mudah memantau dan mempelajari titik mana saja yang wajib diperhatiakan oleh tim Damkar Banyuwangi.

"Kami juga masih mengajukan kepada pimpinan untuk meminta penambahan personel dan penambahan pos pembantu. Sekarang ini pos pembantu hanya ada dua pos di wilayah Kecamatan Gambiran dan pos Kecamatan Genteng," pungkasnya. (gda/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...