Selasa, 15 Oktober 2019 09:26

Tak Kapok Berulang Kali Masuk Bui, Dua Orang di Tuban Tetap Nekat Produksi Arak

Kamis, 14 Maret 2019 16:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tak Kapok Berulang Kali Masuk Bui, Dua Orang di Tuban Tetap Nekat Produksi Arak
Para pelaku saat dirilis di lokasi penggerebekan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Meski sudah pernah merasakan hidup di balik jeruji besi, namun dua pelaku berinisial IR (28) dan HR tetap nekat memproduksi minuman keras jenis arak Jawa. Keduanya dibekuk Satreskrim Polres Tuban di dua lokasi yang berbeda, yakni di Kecamatan Widang dan Desa Perungahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kamis (14/3).

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengungkapkan, kedua pelaku masing-masing, yakni IR merupakan warga Desa Tegalagung dan HR asal Desa Perungahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Keduanya merupakan residivis kasus yang sama, yakni memproduksi Arak Jawa.

Sebelumnya, keduanya hanya dijatuhi hukuman ringan. Setelah bebas, mereka kembali kembali memproduksi minuman haram tersebut.

"Dulu keduanya ini bisa bebas, tapi sekarang tidak bisa. Tetap kami masukkan sel, karena hukumannya di atas lima tahun," jelasnya.

Lebih lanjut, Nanang Haryono menjelaskan jika kedua pelaku nekat tetap berbisnis minuman haram ini karena tergiur dengan keuntungan yang besar. Apalagi, permintaan di pasaran cukup tinggi, sehingga membuat pelaku produksi arak di Tuban terus bergerilya memproduksi minuman beralkohol tersebut.

Meski demikian, polisi juga tidak akan tinggal diam dalam memburu pelaku miras ini. "Semakin banyak para pelaku memproduksi arak, semakin gemcar pula kita akan sikat mereka," tutur Kapolres Tuban.

Sementara dari penggerebekan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan ratusan botol miras yang dikemas dalam botol air mineral berukuran 1500 ml. Ratusan botol siap edar itu rencananya akan dikirim ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Jombang dan lain sebagainya. Namun belum sampai mengedarkan, keduanya berhasil ditangkap.

"Kita tangkap saat akan menjual minuman ini ke Jombang, kemudian kita kembangkan dan kita berhasil mengamankan tersangka lagi di Desa Perungahan Kulon," jelas polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini.

Atas perbuatan yang dilakukan keduanya, pelaku diancam dengan pasal 135 Jo 71 ayat (2) 140 Jo 86 ayat 2 UU RI no 18 tahun 2012 tentang pangan Jo 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (gun/rev)

(Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono berada di lokasi yang digunakan untuk memproduksi miras)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...