Jumat, 24 Mei 2019 05:03

Jawab Keluhan Masyarakat, Ujian SIM di Sidoarjo Kini Pakai Sistem Sensor Ultrasonik

Rabu, 13 Maret 2019 18:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Jawab Keluhan Masyarakat, Ujian SIM di Sidoarjo Kini Pakai Sistem Sensor Ultrasonik
Praktik ujian SIM di Sidaorjo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Satlantas Polresta Sidoarjo mulai terapkan ujian praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan A, dengan sistem sensor ultrasonik. Inovasi Sidoarjo Smart Driving Test (SSDT) ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih transparan.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar, S.I.K. mengatakan, untuk SSDT pengendara roda dua, sudah seminggu ini diberlakukan. "Untuk pengendara roda empat sudah diberlakukan sejak hari ini. Namun masih butuh penyempurnaan dalam fasilitasnya," cetusnya Rabu (13/3).

Dia menambahkan, inovasi SSDT atau sensor ultrasonik dilengkapi dengan lampu rotator. Sensor akan bekerja di saat pengendara akan melakukan praktek SIM. Jika pengendara melewati batas sensor yang ditentukan, maka secara otomatis akan memantulkan bunyi atau suara.

"Semaksimal mungkin mereka yang praktek tidak melewati garis putih. Karena secara langsung sensor ini akan menunjukkan nilai dan tertera pada sistem komputer operator yang koneksi dengan sensor di laoangan," paparnya.

Sedikitnya ada sebanyak 29 sensor ultrasonik yang terpasang di beberapa titik lokasi praktik SIM. Menurutnya, adanya sensor ultrasonik sekaligus menjawab banyaknya keluhan masyarakat terkait kepengurusan SIM, khususnya praktek pembuatan SIM.

"Jika selama ini warga beranggapan dipersulit dan sebagainya, maka alat ini cukup membantu memudahkan mereka. Jadi, mereka bisa tahu kesalahannya sendiri saat mengendarai motor,” jelasnya.

Di lokasi ujian praktek SIM terdapat beberapa model lintasan, di antaranya, lintasan lurus, lintasan zig zag, lintasan angka delapan, dan lintasan putar balik. Selain sensor ultrasonik, juga dilengkapi dengan traffic cone.

"Kemarin ada satu traffic cone yang patah, karena sempat ditabrak sama pengendara uji SIM. Nantinya, traffic cone akan kita ganti dengan model yang elastis. Sehingga tidak berpengaruh pada ketersediaan alat yang ada," pungkasnya. (cat/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...